Ini 6 Pahlawan Seni dan Olahraga Yang Terima Donasi dari UID

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Yayasan Upaya Indonesia Damai atau dikenal dengan United In Diversity Foundation (UID) bekerja sama dengan Yayasan Bunga Bali dan Sanggar Ring Luwur Akasa menyerahkan donasi sebesar Rp 2 Miliar kepada pahlawan seni dan olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia.

Dana tersebut berhasil dihimpun dari Lelang Lukisan Amal Bhinneka Tunggal Ika  yang digelar pada November lalu di Jakarta Theatre, serta beberapa donatur.

Pada tahap pertama, dari aksi sosial ini UID menyalurkan dana sebesar Rp 600 juta kepada enam pahlawan seni dan olahraga. Keenam orang yang mendapatkan manfaat tersebut  yaitu  H. Ukat S, (Seniman Musik Dangdut), Sukardi (Seniman Musik Keroncong), Budiman (Atlet Sepak Bola), Mardi Lestari (Atlet Pelari), Putu Wijaya (Sastrawan/Sutradara), Ernie Djohan (Penyanyi & Aktris Indonesia).

Dalam sambutannya, Tantowi Yahya, Presiden UID mengatakan bahwa donasi ini merupakan wujud apresiasi atas jasa para atlet dan seniman Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa.

“Dukungan finansial ini bukan hanya sekedar donasi, tetapi sebuah bentuk terima kasih atas dedikasi dan prestasi yang tak terhitung jumlahnya dari para pahlawan seni dan olahraga. Bersama-sama, kita memberikan cahaya baru bagi mereka yang telah mengharumkan nama Indonesia dengan karya dan prestasinya,” ungkap Tantowi dalam acara yang berlangsung di kantor UID, pada Selasa 16 januari 2024.

Lebih lanjut Tantowi menambahkan, bahwa dalam menentukan siapa yang layak mendapatkan donasi ini dilakukan berdasarkan diskusi lintas organisasi atau lembaga.

“Proses kurasi ini kita dibantu oleh beberapa pihak, untuk olah raga ada Kemenpora, Untuk Budaya ada Kemendikbud, terus ada organisasi musik atau perkumpulan musik seperti PAPPRI, WAMI, FESMI, dan lain lain. Jadi ini hasil diskusi bersama, saya tidak bisa memutuskan sendiri, karena ini mempertanggungjawabkan uang masyarakat,” lanjut Tantowi.

Menanggapi apa yang telah dilakukan oleh UID ini Artis Senior Erni Djohan mengaku terharu dan sangat mengapresiasi.

“Saya terharu, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas apa yang telah diupayakan oleh Tantowi Yahya dan kawan-kawan ini. Selama 60 tahun saya menjadi penyanyi belum pernah ada apresiasi seperti ini, bahkan dari pemerintah sekalipun,” kata Erni Djohan.

Dalam kesempatan yang sama Sastrawan sekaligus sutradara Putu Wijaya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada UID yang telah menginisiasi acara ini. “Sebuah penghargaan, apa pun bentuknya, adalah pengakuan kehadiran, yang akan kian memantapkan pengabdian, bagi yang menerimanya. Ini bisa memberikan semangat untuk terus bekarya dan memberikan inspirasi anak muda untuk dukungan aspirasi,  Mudah mudahan kontribusi bangsa negara selain politik ekonomi  selalu ada bagi siapapun yang  telah memberikan sesuatu yang terbaik buat negeri ini yang kita sebut pahlawan, Matur suksma,” Kata Putu Wijaya.

Suksesnya acara ini berkat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (KEMENDIKBUDRISTEK), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (KEMENPAREKRAF), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA), sebagai bentuk apresiasi atas jasa-jasa bangsa Indonesia, pahlawan seni dan olahraga.

Dalam penutupan acara, Tantowi Yahya menambahkan bahwa dalam penggalangan dana kedepan tidak hanya dari hasil lelang lukisan saja, tetapi juga dari upaya-upaya lainnya.

” Ini baru awal ya, jadi kedepan kita tidak hanya lelang lukisan saja, tetapi bisa juga yang lain, misalnya piano pertama yang dibuat rekaman Candra Darusman, atau sepatu Mardi Lestari yang kala itu dipakai buat lomba dan meraik medali emas atau bentuk lainnya,” tutup Tantowi./Mik

No More Posts Available.

No more pages to load.