Menunggu Sayur Asem Ala Dedi Setiadi di ‘Terima Kasih Emak, Terima Kasih Abah’

by -950 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Bagi Anda generasi 90-an pasti tak asing lagi dengan sepenggal lirik “Terima Kasih Emak, Terima Kasih Abah..” yang sering wara-wiri di ruang dengar bersamaan dengan tayangnya sinetron keluarga bertajuk ‘Keluarga Cemara’.

Sinetron ini cukup lama tayang di layar kaca sejak 6 Oktober 1996 hingga 24 Agustus 2004 atau sekitar 412 episode dan sangat berkesan bagi masyarakat.

Dengan semangat inilah, rumah produksi Alimi Pictures mencoba kembali menghadirkan nostalgia lewat konsep lawas serial ‘Keluarga Cemara’ lewat film berjudul ‘Terima Kasih Emak, Terima Kasih Abah’ ke layar lebar.

Berbeda dengan film layar lebar ‘Keluarga Cemara’ garapan Visinema Pictures yang sukses meraih satu juta lebih penonton, film ‘Terima Kasih Emak, Terima Kasih Abah’ bakal menghadirkan kemasan dan pemain asli, mulai dari Adi Kurdi (Abah), Novia Kolopaking (Emak) hingga pemeran asli Euis, Ara dan Agil.

Dedi Setiadi selaku sutradara serial ‘Keluarga Cemara’ di layar kaca mengaku ingin membuat perbedaan namun dengan sajian lengkap dalam ‘Terima Kasih Emak, Terima Kasih Abah’

“Ibarat sayur asem, saya mau membuatnya lengkap dengan jagungnya, kacangnya, asemnya tanpa ada bumbu penyedap tambahan. Semuanya asli,” ujar Dedi di Jakarta, Sabtu (1/6).

Para pemain lawas serial ini pun menyambut baik rencana ini. Adi Kurdi misalnya, ia sangat antusias saat Dedi menawarkan hal ini.

“Yang pertama saya tanya, siapa yang jadi Emaknya? Kan di serial ini ada tiga (pemeran) emak. Pas dijawab Novia, langsung saya bilang Alhamdulillah,” ujar Adi Kurdi.

Begitu pula dengan Novia Kolopaking. Saat Dedi menawarkan konsep film ini, istri budayawan Emha Ainun Najib ini langsung mengiyakan.

“Saya ini sudah lama vakum dari dunia hiburan, tapi saya pernah janji. Kalau Om Dedi nawarin main pasti saya mau. Apalagi ini nawarinnya main di Keluarga Cemara, tambah nafsu saya,” tandas Novia.

Produser Eksekutif Alimi Pictures, Anas Syahrul Alimi menambahkan, pihaknya memberanikan diri memproduksi film ini agar masyarakat terutama mereka yang masa kecil dihibur oleh serial film ini bisa kembali bernostalgia, termasuk dengan pemain lama.

“Saat saya masih kecil, film bergenre keluarga ini menjadi hiburan keluarga saya setiap minggunya, dan film ini punya pesan yang luar biasa,” ujar Anas yang juga produser konser-konser penyanyi mancanegara ini.

Film yang skenarionya juga digarap Dedi Setiadi ini mengisahkan perjuangan Emak dalam merawat Abah yang sudah tua dan sakit-sakitan serta merangkul ketiga anak perempuannya yang kini sudah dewasa dan mempunyai kehidupan masing-masing. (NVR)