Nah Lho.. BNN Sudah Punya 36 Nama Diskotik Sarang Narkoba

by -2,000 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengantongi 36 nama diskotek di Jakarta yang terlibat peredaran narkoba.

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso (Buwas) mengatakan akan membuka nama ke-36 diskotek tersebut jika Pemprov DKI berkomitmen menutup tempat hiburan tersebut.

“Ya sudah saya tangani itu. Saya akan terus dalami. Kalau ada komitmen dari Pemda (DKI) kalau itu pasti ditutup, saya kasih tahu. Kalau nggak akan ditutup saya nggak kasih tahu,” ujar di kantor BNN, Jakarta, Selasa (20/2).

Buwas mengaku mendapatkan nama ke-36 diskotek tersebut setelah BNN mendapatkan bukti langsung adanya peredaran narkoba disana. Hal itu diketahui setelah anggotanya mengecek dengan membeli narkoba di ke-36 diskotek tersebut.

“Saya membuktikan bahwa 36 tempat (hiburan malam) yang saya cek dengan saya menggunakan orang lain membeli narkoba di diskotek itu, terbukti,” ucap Buwas.

Mantan Kabareskrim ini mengatakan pembuktian dilakukan di 81 tempat hiburan malam yang diambil secara acak di seluruh Jakarta.

“Yang sudah saya buktikan dari 81 (tempat hiburan malam) itu saya ambil random dari Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat,” kata Buwas.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah menegur dan menutup beberapa tempat hiburan malam. Tempat hiburan malam yang telah ditutup di antaranya Diskotek Eksotis dengan dua kali rekomendasi, Diskotek Pujasera dengan dua kali rekomendasi, Diskotek Diamond dan Diskotek MG.

Selain menutup, ada beberapa tempat yang telah diberi teguran keras, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sempat mengatakan tak ragu menyebutkan sejumlah tempat hiburan malam yang harus segera mengambil langkah pencegahan terhadap peredaran narkoba.

“Illigals (Hotel and Club), Tematik (karaoke), Golden Crown (diskotek), dan Classic (Hotel), B’Fashion Club, Happy Puppy (karaoke), Travel (Hotel), New Monggo Mas, Bandara (Diskotek), Kota Indah (karaoke), dan Top 1 (diskotek),” ungkap Sandiaga di Balaikota Jakarta (19/2). (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.