Olimpiade Sains Nasional 2014 Kemendikbud Resmi Dibuka

by -1,683 views

Osn Wamen bukaLombok, 2 September 2014 – Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-13 Tahun 2014 yang diselenggarakan di Mataram, Lombok, NTB, sebuah kompetisi yang juga dijadikan sebagai wahana implementasi Kurikulum 2013 (K13) guna membangun generasi berperadaban unggul ini akan digelar selama 7 hari, yaitu mulai tanggal 1-7 September 2014, resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan dan kebudayaan Prof. DR. Ir. H. Musliar Kasim, MS, Gubernur NTB, Prof. TGH M Zainul Majdi MA, dan Direktur Jendral Pendidikan Menengah Prof. Dr.Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., Selasa, (2/9) tepat pukul 10.00 WITA.

Diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta pelajar tingkat SMA, SMK, PKLK (Pendidikan Kebutuhan dan Layanan Khusus) Dikdas, PKLK Dikmen yang berasal dari 33 propinsi di Indonesia. Cabang-cabang ilmu yang dikompetisikan meliputi matematika (teknologi dan non teknologi), IPA, Biologi (murni dan terapan), Fisika (murni dan terapan), Kimia (murni dan terapan), IT/Komputer, Astronomi, Geografi, Kebumian, Ekonomi, Karya Ilmiah dan Kewirausahaan.

Dalam Konferensi Pers usai pembukaan OSN Kemdikbud 2014, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan bahwa “OSN ini merupakan bagian dari upaya untuk mengimplementasikan kurikulum Tahun 2013 (K13), serta untuk melihat sejauh mana kehandalan K13 yang mulai dilaksanakan tahun ini di semua jenjang pendidikan. K13 ini telah dicetak sebanyak 245 juta copy dan disertai e-katalog, untuk menghindari keterlambatan distribusi. E-Katalog ini telah dicopy dalam bentuk CD dan telah terdistribusi terlebih dahulu ke semua sekolah di Indonesia yang dibagikan secara gratis.” terangnya.

“Jadi kalau masih ada yang belum menerima buku kurikulum 2013, namun pelaksanaan pembelajarannya sudah bisa dimulai dengan menerapkan kurikulum 2013 secara menyeluruh di setiap sekolah di Indonesia. Untuk sementara, bagi yang belum menerima buku, maka materi kurikulum 2013 bisa dicetak dari CD yang telah diberikan secara bertahap dan diberikan ke semua peserta didik tanpa harus membebani biaya, karena diwajibkan untuk memanfaatkannya dari anggaran dana BOSS”, tambah Musliar Kasim.

Lebih lanjut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, “selain itu penyelenggaraan OSN 2014 juga disertai dengan pameran pendidikan. Ini juga ditujukan untuk mendorong prestasi, inovasi dan kreatifitas peserta didik dan guru yang diselenggarakan mulai tanggal 5-7 September 2014 di lapangan Kota Mataram bertepatan dengan Ulang Tahun Kota Mataram, NTB. OSN yang merupakan agenda tahunan dari Kemendikbud ini terbukti selalu konsisten dengan mutu dan hasil yang selalu lebih baik, dari ajang ini pula para pemenang OSN nantinya akan dikirim untuk mengikuti Olimpiade Sains tingkat Internasional, bahkan sudah banyak prestasi membanggakan yang diraih di Olimpiade tingkat Internasional”.

Sementara Dr. K.H. TGH. Muhammad Zainul Madji M.A atau biasa disebut juga Tuan Guru Bajang selaku Gubernur NTB menyatakan, “NTB siap mensukseskan OSN 2014 dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya, karena NTB sangat memprioritaskan pembangunan di sektor pendidikan, NTB telah mempersiapkan beragam regulasi untuk menunjangnya serta mengalokasikan sekitar 20% dari dana APBD khusus untuk bidang pendidikan. Sementara, untuk kegiatan OSN 2014, NTB telah menganggarkan budget sebesar 1,5M”.

Sebelumnya, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wamendikbud di acara pembukaan OSN 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M.Nuh mengatakan “Sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 2002 lalu di Jogjakarta, penyelenggaraan OSN telah berkembang menjadi sarana terbaik dalam mencari tunas-tunas bangsa yang berprestasi untuk berbagai kompetisi sains pada level internasional. Ajang ini telah banyak mencetak prestasi membanggakan di kancah internasional. Hampir tiap tahun, tim Olimpiade Sains Internasional Indonesia senantiasa berhasil meraih berbagai medali pada ajang kompetisi sain seperti IPhO (International Physics Olympiad), IBO (International Biology Olympiad), IChO (International Chemistry Olympiad), dan IMO (International Mathematics Olympiad)”.

“Sedikitnya ada tiga alasan pentingnya K13. Pertama, mengacu pada buku Six Simple Rules: How To Manage Complexity Without Getting Complicated (Morieux and Tollman, 2014) yang menyebutkan tingkat kompleksitas dalam periode 20-30 tahun meningkat 35 kali lipat. Artinya, persoalan dan solusi di masa depan bertambah rumit. Kedua, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menghadirkan kompleksitas tersendiri, sehingga diperlukan orang-orang yang berpikir kritis seperti disinggung dalam buku Critical Thinking: Tools for Taking Charge of Your Prefessional and Personal Life (Paul and Elder, 2014).

Pada dua alasan pertama inilah, maka anak-anak harus kita ajari mampu berpikir kritis dan menyelesaikan persoalan yang tambah rumit”, Alasan ketiga, pendekatan partisipatory teaching methode dalam K13 memberikan hasil yang jauh lebih baik dibanding passive teaching methode. Metode pembelajaran partisipasi yang mencakup diskusi kelompok, praktek di laboratorioum atau kerja sosial, dan presentasi, daya serapnya terhadap siswa 50-90 persen. Karena itu, K13 mengedepankan observasi, bertanya, bereksperimen, berpikir nalar, dan menyampaikan pendapat”. demikian dijelaskan Mendikbud M. Nuh.

Dengan dibukanya OSN ke 13 ini, maka secara resmi pula sekitar 2.000 lebih peserta yang datang di Mataram dan mewakili 33 Provinsi ini, siap mengerahkan segala kemampuannya untuk berkompetisi secara sehat untuk menjadi yang terbaik. Datang berkompetisi dan jadilah yang terbaik.|May

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.