‘The Exocet’, Penanda Dahsyatnya Pical

by -615 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Masih ingat era keemasan petinju asal Saparua, Maluku yang membuat Indonesia berbangga punya juara dunia?

Ya..Ellyas Pical, petinju berpukulan cepat nan keras ini kisahnya akan segera dibuatkan film. Judulnya pun tak jauh-jauh dari kehebatan pukulannya: ‘The Exocet’.

Butuh waktu yang tak sedikit untuk proses pembuatan film ini. Setelah delapan tahun menunggu, kisah Ellyas Pical ini akhirnya diangkat menjadi sebuah film yang ditulis dan disutradari oleh Ertanto Robby.

The Exocet  sendiri adalah nama rudal Perancis yang populer di tahun 1980an karena kecepatannya. Ellyas Pical mendapat julukan tersebut dari media asing lantaran kecepatan dan kekuatan pukulannya yang luar biasa.

Puncak kejayaan Ellyas Pical adalah saat ia mampu memukul KO lawannya Ju Do Chun (Korea Selatan) pada 3 Mei 1985. Petinju ini pun merebut gelar juara IBF (International Boxing Federation) kelas bantam junior (super terbang).

Film ini sendiri diproduksi oleh Pratama Pradana Picture berkerjasama dengan Time International dan Summerland dengan tiga latar tempat berbeda yaitu Jakarta, Saparua Maluku dan Korea.

Dibintangi Jefri Nichol, Chicco Jerikho, Ridho Hafiedz, Vino G.Bastian, Lukman Sardi, Amanda Soekasah, Laura Basuki, Jeremy Thomas, Olga Lidya, film ini rencana tayang di Februari 2020.

“Syuting menghabiskan 30 hari di tiga lokasi dimulai akhir Juli ini. Proses editing kita juga nggak mau terburu-buru,” ujar Robby usai press conference ‘The Exocet’ di Jakarta, Senin (15/7).

Para pemain juga begitu antusias ikut bermain di film ini karena mereka melihat kisah Ellyas begitu bermakna. Jefri Nichol yang berperan sebagai Ellyas Pical berharap, melalui film ini publik mengetahui kehidupan atlet khususnya petinju dengan segala hal-hal dibalik kehidupannya.

“Apa yang om Elyas lalui, tantangannya tidak mudah. Semoga dengan film ini masyarakat bisa lebih menghargai atlet-atlet kita, khususnya tinju,” ujar Jefri.

Sedangkan Lukman Sardi berharap kisah Ellyas bisa jadi pemersatu bangsa yang sebelumnya sempat terpecah.

“Biar kita sadar bahwa film ini bisa jadi pemersatu,” ucap Lukman. (NVR)