Cloudy Rilis Single Debut ‘Arti Cinta’ Bertepatan Momen Hari Valentine

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Talenta baru di  jagat musik Indonesia selalu bermunculan dan meramaikan Industri musik.

Kali ini solois belia CLOUDY, yang banyak mendapatkan influence musik secara masif di Jerman  mencoba memadukan musik barat dan timur lewat single perdananya ”  Misteri Cinta” karya Ricky FM dan Ari Lasso, yang diaransemen ulang kekinian oleh Satrio Alexa.

Cloudy mengaku terinspirasi oleh musisi legendaris Indonesia seperti Chrisye, yang menurutnya mampu menghadirkan kualitas musik berstandar internasional tanpa kehilangan identitas lokal.

Eksekutif Produser Farida Widjanarko menilai Cloudy sebagai musisi muda dengan visi yang terarah.

“Cloudy bukan hanya datang sebagai penyanyi baru, tetapi sebagai musisi yang memiliki konsep dan identitas artistik yang jelas,” ujarnya.

Melalui “Arti Cinta”, Cloudy menegaskan komitmennya untuk membangun basis pendengar yang tidak sekadar menjadi penggemar, tetapi komunitas yang merayakan identitas Indonesia melalui musik.

Dengan pendekatan yang memadukan disiplin klasik dan kehangatan rasa, Cloudy berupaya menghadirkan warna baru dalam lanskap musik Indonesia 2026.

Perjalanan musikal Cloudy bermula dari pembelajaran yang masif di Jerman. Ini membuatnya tumbuh dalam lingkungan yang menghargai struktur dan sejarah musik Barat.

Namun, di balik kemapanan teknik yang ia dapat, muncul sebuah kekosongan yang namakan “krisis ruang antara.” Di mata sahabatnya di Eropa, ia tetaplah seorang pemuda Asia dengan cara pandang Timur yang tak bisa luntur.

Sebaliknya, ketika ia berinteraksi dengan komunitas di Indonesia, ia sering dianggap “terlalu Barat.” Perasaan tidak memiliki tempat inilah
yang memicu Cloudy untuk bertanya secara fundamental: Di mana rumah yang sebenarnya bagi kreativitasnya?
Kembali ke Indonesia adalah sebuah aksi heroik personal.

Ia tidak datang sebagai musisi yang merasa sudah “jadi” hanya karena memegang ijazah dari Berlin.

Ia datang sebagai seorang murid. Ia sadar bahwa industri musik Indonesia dihuni oleh para “sepuh” atau maestro yang memiliki kedalaman rasa
yang mungkin tidak diajarkan di konservatorium manapun.

Berlin, sempat menjadi seperti ‘penjara artistik’ bagi Cloudy. Mempelajari
Komposisi jenius Beethoven hingga Wagner adalah fondasi teknis yang luar biasa, namun membuatnya terjebak dalam perfeksionisme. Seperti hitungan matematika yang rumit.

Titik balik terjadi ketika ia mulai bersentuhan dengan praktisi dan musisi
legendaris di tanah air. Dalam sesi kolaborasi, ternyata musik Indonesia memiliki kekuatan pada “rasa” dan kejujuran yang sulit dibedah dengan teori komposisi.

Pesan yang ia serap sangat jelas: Biarkan perasaan memimpin, dan biarkan teori
menjadi pelayan bagi emosi tersebut.

Pergeseran paradigma inilah yang membuat musik Cloudy terdengar sangat teknis namun memiliki jiwa yang hangat.

Sebagai perkenalan resmi, Cloudy memilih momentum Valentine’s Day, 14 Februari, untuk merilis ulang hits legendary musician Ari Lasso, “Arti Cinta”,dalam versi minimalis dan
kekinian

Single tersebut berada di bawah naungan Prabawa Entertainment Indonesia, dan Seno M. Hardjo bertindak sebagai music producer, dand ukungan dari label legendaris Aquarius Musikindo./Ib.

No More Posts Available.

No more pages to load.