Ed Sheeran Hengkang dari Warner Music Usai 15 Bersama

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Ed Sheeran, penyanyi sekaligus penulis lagu asal Inggris, Ed Sheeran resmi mengumumkan keputusannya untuk hengkang dari Warner Music, label yang menjadi tempatnya bernaung selama 15 tahun dan melahirkan delapan album studio penuh.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh pelantun “Shape of You” itu melalui sebuah buletin resmi yang dikirimkan khusus kepada para penggemarnya. Langkah besar ini kemudian dikonfirmasi oleh pihak Warner Music melalui pernyataan resmi kepada media industri musik Inggris, Music Week.

Dalam pernyataannya, solois berusia 35 tahun itu menegaskan, kepergiannya dari label raksasa tersebut sama sekali tidak dipicu oleh perselisihan internal atau ketidakpuasan profesional. Sebaliknya, hal ini murni merupakan refleksi personal atas fase pendewasaan hidup serta pergeseran prioritasnya sebagai seorang musisi sekaligus kepala keluarga.

“Ini bukan situasi tipe ‘artis yang tidak puas lalu meninggalkan label rekaman’. Ini adalah tentang seorang anak laki-laki yang memulai kariernya saat remaja di perusahaan ini dengan prioritas yang berbeda, menjadi seorang ayah dari dua anak yang ada sekarang, yang merasa bahwa dia membutuhkan pergeseran dan perubahan dalam cara dia melakukan berbagai hal secara profesional,” tulis Ed Sheeran.

Adapun perjalanan karier Ed Sheeran bersama Warner Music, khususnya melalui anak perusahaan Asylum Records di Inggris dan Atlantic Records di Amerika Serikat, telah mencatatkan berbagai capaian dalam sejarah industri musik modern.

Sejak memulai debutnya lewat album “+” (Plus) pada tahun 2011, Sheeran telah bertransformasi dari seorang musisi jalanan menjadi salah satu aset terbesar Warner.

Secara akumulatif, ia diperkirakan telah menjual lebih dari 200 juta keping album di seluruh dunia. Salah satu mahakaryanya, album “÷” (Divide) yang dirilis pada 2017, sukses mengumpulkan hampir 40 juta unit setara album—menjadikannya salah satu perilisan paling populer secara komersial di era streaming.

Lagu hitnya, “Shape of You”, bahkan mencetak rekor luar biasa dengan meraih hampir 5 miliar stream di platform Spotify.

Meski performa komersial dari beberapa rilisan album terbarunya mengalami penurunan—termasuk album penuh “Play” yang dirilis pada tahun 2025 dan hanya mampu bertengger di posisi kelima pada tangga lagu Amerika Serikat—daya pikat Sheeran di panggung pertunjukan langsung sama sekali belum meredup. Ia tercatat masih terus tampil di hadapan ratusan ribu penonton dalam tur berskala stadion di berbagai belahan dunia.

Mengenai hal kepemilikan karya, materi-materi awal dalam katalog musik Sheeran dipastikan akan tetap dikelola oleh Warner Music di bawah kesepakatan kemitraan yang berkelanjutan. Sementara itu, hak cipta untuk karya-karya terbarunya dipegang langsung oleh Gingerbread Man Records, label independen milik Sheeran sendiri, dengan sistem lisensi jangka panjang yang didistribusikan melalui jaringan Warner.

Lebih lanjut, keputusan hengkang ini juga disinyalir kuat dipengaruhi oleh perombakan struktural di jajaran petinggi Warner Music, menyusul hengkangnya sejumlah eksekutif kunci yang selama ini bekerja sangat dekat dengan Sheeran, seperti Max Lousada dan Julie Greenwald.

Menanggapi keputusan tersebut, Co-President Asylum Records, Ed Howard, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi sang musisi selama belasan tahun bermitra. Ia mengenang kembali momen awal saat pertama kali bertemu Sheeran yang kala itu masih menjadi remaja yang kerap menumpang tidur demi mengejar mimpi bermusiknya.

“Dari seorang remaja yang berpindah-pindah sofa yang saya temui pada tahun 2009 hingga menjadi ikon musik global seperti sekarang ini, Ed telah menghabiskan waktu 15 tahun terakhir untuk menunjukkan kepada dunia apa yang terjadi ketika bakat yang tak tertandingi bertemu dengan integritas yang teguh. Bisa ambil bagian dalam perjalanan musiknya yang luar biasa merupakan sebuah hak istimewa dan saya telah belajar banyak darinya,” ungkap Ed Howard.

Pihak Warner Music Group juga merilis pernyataan kolektif yang senada, menyatakan rasa bangga mereka karena telah menjadi saksi sekaligus penyokong utama di balik transformasi besar karier Ed Sheeran sejak awal ditemukan hingga mencapai puncak popularitas global.

“Warner Music Group bangga telah mendukung Ed melalui penemuan dan kebangkitannya yang luar biasa selama 15 tahun terakhir dan berterima kasih atas kemitraannya yang terus berlanjut. Saat kami mengawal katalog ikoniknya ke masa depan, kami akan memastikan bahwa musiknya akan menyentuh hati dan menggerakkan kaki di seluruh dunia untuk generasi yang akan datang,” tulis perwakilan manajemen Warner Music Group.

Hingga saat ini, langkah strategis berikutnya dari Ed Sheeran terkait label baru yang akan mendistribusikan karya-karya masa depannya masih menjadi teka-teki.

Rumor yang beredar di industri menyebutkan bahwa ia tengah menjajaki kesepakatan besar dengan Universal Music Group (UMG). Namun saat dimintai konfirmasi oleh Variety, perwakilan dari pihak Universal Music Group masih enggan memberikan komentar resmi atau membenarkan spekulasi kerja sama tersebut./Eds.

No More Posts Available.

No more pages to load.