SALATIGA, VOICEMAGZ.com – Nama Syaiful Umar atau akrab dipanggil Mbah Syaiful memang belum sebesar Iwan Fals dalam mencipta lagu dan bernyanyi, juga belum sebesar Taufik Ismail dalam hal mencipta lirik.
Tokoh asal Salatiga, Jawa Tengah ini diketahui memiliki Intuisi kuat dalam menangkap sinyal langit yang jarang dimiliki setiap manusia, yang menjadi kekuatan dari Mbah Syaiful untuk menciptakan lirik untuk dituangkan dalam sebuah karya lagu.
Puluhan lagu telah beliau ciptakan yang kesemuanya merupakan sinyal dari langit, diantaranya ada lagu “Astaghfirullah”, Ya Rasulullah, dan lagu Messiah.
“Aku kalau buat lagu itu nggak bisa sembarangan, semau lagu yang aku ciptakan berdasar sinyal dari labgit, kalau nggak ada sinyal aku nggak bakal buat lagu”, kata Mbah Syaiful, ketika ditemui di Salatiga, beberapa waktu lalu.
Menurut Mbah Syaiful, semua lagu karya ciptanya bukan sekedar lagu religi, tetapi lebih dari itu. Mbah Syaiful menyebutnya sebagai lagu spiritual yang penuh sakral, dan merupakan representasi dari apa yang terjadi di belahan bumi. Termasuk prilaku manusia dan sinyal kejadian-kejadian pada alam semesta.
“Semua lagu saya ini walau nuansanya Islami tetapi bukan lagu religi ya, saya menyebutnya lagu-lagu Spiritual. Karena kesakralan dan kedalaman makna lirik yang terkandung dalam setiap lagu saya,” lanjut Mbah Syaiful.
Kedalaman makna lirik terasa kental dalam lagu “Astaghfirullah”, dimana Mbah Syaiful mengajak semua manusia tanpa peduli agama dan latar belakangnya untuk bersama-sama bertaubat atas segala dosa yang diperbuatnya di muka bumi.
Ajakan pertaubatanini bukan tanpa alasan, Mbah Syaiful mengaku menangkap sinyal-sinyal gaib yang apabila kita tidak segera bertaubat, maka bukan tidak mungkin bisa terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan oleh umat manusia.
Ajakan taubat Mbah Syaiful ini tidak dilakukan di mimbar-mimbar dakwah, tidak pula dilakukan dalam dskusi-diskusi dan pengajian. Mbah Syaiful memilih ajakan bertaubat ini melalui caraa yang unik, yaitu melaluisarana kebudayaan lewat “Konser Musik Mahabbah Allah Pakem 9”.
Konser ini rencananya akan digelar di Jakarta bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, yaitu 20 Mei mendatang.
Konser ini jug dirancang sebagai sebuah ruwatan dan pertaubatan secara kolektif, tanpa memilah dan memilihsuku, ras, agam dan golongan.
“Konser ini dibuat untuk seluruh umat manusia, saya khawatir kalau kita tidak segera bertaubat ada bencana yang lebih besar menimpa negri ini. Rentetanya sudah jelas, ada banjir Aceh dan Sumatera Utara, belum kemarin gempa di MalukuUtara dan Sulawesi Utara dan lain lain. Ramalan Jangka Jaya Baya ratusan tahun silam bisa saja terjadi, “Tanah Jowo Sigar Dadi Loro, Wong Jowo Gari Separo Wong Cino Tinggal Sejodo” (Tanah Jawa Terbelah mnjadi dua, Orang Jawa Tinggal Setengahnya, dan orang China tinggal sepasang} bisa saja terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi, kata Mbah Syaiful.
Dalam waktu yang sama, ketika ditanya oleh awak media tentang siapa yang akan tampil diacara tersebut, Ketua Panitia Irish Riswoyo mengaku masih merahasiakan.
“Untuk siapa saja penyanyi yang akan tampil, kita masih godok bersama tim ya, jadi belum bisa aku sampaikan hari ini, karena kita benar-benar harus memilih orang yang cocok dan tepat untuk menyanyikan lagu-lagu karya Mbah Syaiful ini. Insya Allah ada nama-nama besar yang ikut mengisi acara, dan yang jelas didominasi anak-anak muda. Nantikita infokan lebih lanjut”, kata Irish.
Lebih lanjut Irish menambahkan, ” Yang jelas dalam konser nanti kita akan merangkul semua kalangan, mulai dari Pejabat Pemerintah, Ulama, Pengusaha, Seniman, dan Masyarakat Umum,’ Lanjut Irish.
Menutup wawancara dengan awak media, Mbah Syaiful dan seluruh panitia penyelenggara konser memohon dukungan semua pihak untk membantu suksesnya acara “Konser Mahabbah Allah Pakem 9” ini./Eds.








