Atraksi Udara 31 Penerjun Dunia Jadi Puncak Deklarasi WTP di Bali

by -1,413 views
Deklarasi WTP Forum di Bali.
Deklarasi WTP Forum di Bali.

DENPASAR, VoiceMagz.com –  Meski tanpa kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam deklarasi World Tourism Park (WTP) yang digelar di lapangan Puputan, Renon, Bali, Selasa (9/10) lalu, kemeriahan acara ini tetap terasa dengan kehadiran atraksi penerjun dunia dari tujuh negara seperti Inggris, Amerika, Spanyol, Meksiko, Italia, China Argentina, Singapura dan Indonesia.

Atraksi udara ini berawal dari ketinggian 10.000 kaki di atas lapangan dan kantor Gubernur Bali. Dengan gaya wingsuit, swooping, smoke dan flag yang membuat pemandangan langit yang saat itu cerah menjadi berwarna warni oleh parasut para penerjung payung.

Atraksi terjun payung ini dikomandoi oleh penerjun payung dunia asal Indonesia, Naila Novaranti. Ia memimpin 31 penerjun keluar pesawat CN 295. Penerjun pun mendarat mulus dan sempurna di tengah lapangan dan membuat sekitar seribu tamu undangan dari berbagai unsur pemerintah daerah takjub.

“Sebenarnya banyak sekali yang ingin berpartisipasi dalam aksi ini. Tetapi karena kuota penyelenggara sangat terbatas, terpaksa kami batasi hanya 31 penerjun payung,” kata Naila yang juga Duta Wisata Udara WTP Forum usai mendarat.

Atraksi udara saat deklarasi WTP Forum.

Lanjut Naila, aksi demonstrasi di udara ini sesuai dengan filosofi Taman Wisata Dunia yang diusung WTP Foundation. Bahwa wisata udara, salah satunnya adalah kegiatan terjun payung.

“Dengan terjun payung kita bisa melihat keindahan Indonesia dari atas udara,” ujar Naila.

Daniel Kumendong, Founder dan CEO Yayasan Taman Wisata Dunia (WTP Foundation) menyebut, setelah acara deklarasi ini, pihaknya akan menyiapkan semacam lisensi untuk diserahkan kepada Presiden Jokowi. Lisensi ini berupa lisensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) tentang Taman Wisata Dunia.

“Insya Allah kalau lisensinya sudah ada, secara resmi akan kita disampaikan kepada beliau. Tentunya akan dihadiri para deklarator acara,” ujar Daniel.

Saat ini, lanjut Daniel, masih banyak potensi wisata di nusantara yang tidak dimiliki oleh negara lain.

“Apa yang ada di dunia, pasti ada di Indonesia. Tetapi apa yang ada di Indonesia, belum tentu ada di negara lain,” ujarnya.

Lanjutnya, dideklarasikannya Taman Wisata Dunia juga akan mempromosikan 45 potensi wisata alam unggulan yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Dari 45 potensi wisata tersebut, akan dipilih 9 tempat wisata yang akan menjadi ikon dari Taman Wisata Dunia.

Beberapa potensi wisata alam yang akan dipromosikan, seperti Kepulauan Anambas, Kepulauan Seribu, Kepulauan Derawan, Danau Tiba, Danau Kelimutu, Pulau Weh, Pulau Morotai, dan Pulau Komodo. Ada pula Gunung Krakatau, Gunung Tengger, Gunung Merapi, Ujung Kulon, hingga Sungai Musi akan dipromosikan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu yang hadir dalam acara ini menilai deklarasi ini akan semakin memperkuat citra pariwisata Indonesia termasuk destinasi yang sangat terkenal di berbagai provinsi.

“Khususnya kami di NTT, akan menaikkan citra Taman Nasional Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia yang selama ini kunjungan wisatawannya memang terus meningkat,” ucapnya.

Selain memiliki Taman Nasional Komodo, NTT juga memiliki Danau Tiga Warna Kelimutu, tempat diving di Alor yang sangat indah, penangkapan ikan paus secara tradisional di Lembata dan sebagainya. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.