Bass3 Rilis Single Single Bertema Lingkungan ” Rimba Terakhir”

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com  – Tepat 15 tahun setelah mengguncang panggung Java Jazz Festival 2010 silam, tiga pembetot bas kenamaan Tanah Air kembali bersatu. Bintang Indrianto, Roedyanto Wasito, dan Rindra Risyanto Noor meluncurkan proyek kolaboratif mereka lewat BASS3.

Bukan sekadar ajang reuni atau nostalgia kosong, kembalinya BASS3 membawa misi lingkungan yang mendesak lewat single terbaru yang berjudul “Rimba Terakhir”.

Karya ini lahir sebagai respons atas kegelisahan kolektif terhadap masifnya angka penggundulan hutan tropis atau deforestasi di Indonesia.

Alih fungsi lahan yang tak terkendali diyakini para bassis sebagai pemicu utama berbagai bencana alam yang kian sering melanda.

Melalui instrumen andalan, mereka mencoba mengalihbahasakan jeritan alam menjadi sebuah komposisi musik yang menggugah kesadaran.

Dari sisi musikalitas, “Rimba Terakhir” menawarkan dialog instrumen yang kaya dengan balutan nuansa etnik Kalimantan.

Bintang membawa eksplorasi bunyi bebas dan etnik yang menjadi ciri khasnya, bersanding dengan Roedyanto yang menyuntikkan elemen fusion serta groove yang kental. Sementara itu, Rindra yang selama ini dikenal sebagai bassis Padi Reborn, memberikan fondasi pop alternatif yang melodius dan solid.

“Kami sadar bahwa kami memiliki warna musik yang berbeda, terutama Rindra yang sangat kuat di ranah pop alternatif. Namun, justru perbedaan itulah yang menyatukan kami kembali setelah 15 tahun,” kata Bintang dalam keterangannya, Jumat, 19 Desember.

Di samping itu, aransemen dalam “Rimba Terakhir” dibuat dinamis dengan sentuhan modern melalui penggunaan loop dan synth pad yang digarap oleh Oxy Arya Wijaya.

Secara naratif, lagu ini menggambarkan kontras antara keindahan belantara Indonesia dengan kerusakan yang diakibatkan oleh keserakahan manusia.

Pesan visual pun diperkuat melalui desain artwork karya Dida, yang menerjemahkan keresahan tersebut ke dalam grafis.

Bintang, Roedyanto, dan Rindra menegaskan bahwa “Rimba Terakhir” adalah sebuah manifesto. Mereka mengingatkan bahwa tanpa tindakan nyata untuk menjaga kelestarian, Indonesia tidak hanya kehilangan keindahan alamnya, tetapi juga akan menanggung derita akibat banjir dan tanah longsor.

“Kali ini, bukan hanya untuk panggung festival, tapi untuk menyuarakan pentingnya menjaga dan melestarikan rimba-rimba terakhir dari kepunahan,” pungkas Bintang./Eds. Foto: Istimewa.

No More Posts Available.

No more pages to load.