Dari Pena Jurnalis ke Nada Musik: Wawan Woker Rilis 8 Single di Penghujung Tahun, Manfaatkan Teknologi AI dan Siapkan Adaptasi Film

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Menutup tahun ini dengan manis, jurnalis hiburan senior Wawan Woker membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas. Sosok wartawan yang namanya sempat menjadi perbincangan hangat publik—termasuk insiden viralnya dengan Baim Wong—kini hadir dengan wajah baru sebagai seorang penulis novel dan penulis lirik lagu yang produktif.

Sebagai “kado akhir tahun”, Wawan berhasil menembus pasar musik digital global. Dari 10 lagu yang didaftarkan ke aggregator musik SoundOn, sebanyak 8 lagu telah lolos kurasi dan kini dapat dinikmati secara resmi di Spotify, TikTok, YT Music, Amazon Music, Joox serta 25 platform musik digital lainnya di seluruh dunia.

Kolaborasi Kreativitas Manusia dan Kecerdasan Buatan (AI) Salah satu daya tarik utama dari karya-karya Wawan adalah keberaniannya dalam mengadopsi teknologi. Seluruh lirik ditulis murni dari buah pikirannya, sementara untuk aransemen musik, ia memberikan sentuhan personal. Namun, untuk vokal, Wawan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) guna mencapai kualitas suara spesifik yang diinginkan, termasuk vokal perempuan.

“Ini adalah pencapaian dan hadiah buat akhir tahun saya. Aggregator musik besar seperti SoundOn mau menerima karya saya. Lirik murni saya yang buat, musik ada campur tangan saya, tapi vokal saya memanfaatkan teknologi AI untuk mendapatkan ‘rasa’ yang pas. Ternyata hasilnya sangat membantu, terutama untuk lagu yang membutuhkan vokal perempuan,” ujar Wawan.

Inspirasi dari Kisah Nyata dan Kritik Sosial Lagu-lagu yang dirilis Wawan sarat akan makna, berangkat dari curhatan teman, kritik sosial sebagai jurnalis, hingga pengalaman pribadi yang mendalam:

• “Al Fatihah Aku Mencumbumu”: Lagu paling personal yang dipersembahkan untuk mendiang sang istri yang berpulang pada tahun 2021.
• “Sadarlah”: Sebuah pesan moral bagi para selebriti yang terjerat narkoba. Sebagai jurnalis yang kerap meliput artis keluar-masuk penjara, Wawan menuangkan keprihatinannya lewat lagu ini.
• “Tanahku Masih Basah”: Mengambil sudut pandang unik dari alam kubur, menceritakan penantian seseorang akan doa dari mereka yang datang menjenguk.
• “Jomblo Kualat” & “Baiknya”: Mengangkat dinamika asmara, mulai dari kisah “Don Juan” yang berakhir merana hingga pasangan yang harus berpisah karena ego masing-masing.
• “Reuni Untuk Kita”: Persembahan khusus untuk alumni SMP 1 Kota Pekalongan, mengingatkan bahwa reuni adalah ajang kepedulian, bukan pamer pencapaian.
• “Rindu Matahari”: Lagu bertema kebangsaan, menyuarakan harapan rakyat akan pemimpin yang mampu menerangi kehidupan bangsa.

“Dejavu Cinta”: Dari Lagu Menuju Layar Lebar Di antara deretan lagu tersebut, “Dejavu Cinta” menjadi lagu andalan (hero track). Lagu yang bercerita tentang cinta sejati lintas masa ini ternyata merupakan bagian dari proyek besar Wawan Woker.

Wawan saat ini juga tengah menulis novel dan skenario dengan judul yang sama. Kabar baiknya, naskah tersebut telah menarik minat seorang produser film. Rencananya, kisah ini akan diangkat ke layar lebar dan lagu “Dejavu Cinta” dipersiapkan sebagai Original Soundtrack (OST) film tersebut.

“Mohon doanya agar proses adaptasi film ini lancar. Cinta sejati itu akan dipersatukan, walaupun di surga kelak,” tutup Wawan.

Kini, karya-karya Wawan Woker sudah bisa didengarkan di Spotify dan berbagai platform musik digital./Ib.

No More Posts Available.

No more pages to load.