JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Industri musik Indonesia kembali kedatangan talenta baru, Duo Antonia, yang memperkenalkan diri dengan merilis album mini atau extended play (EP) perdana bertajuk “Suara Hati”.
Adapun Duo Antonia dimotori oleh Dona Antonia, seorang penyintas kanker yang kini bertindak sebagai pendiri grup sekaligus penulis lagu.
Pengalaman saat bertarung melawan penyakit mematikan mengubah total cara pandang Dona terhadap sisa usia dan impiannya. Baginya, musik bukan lagi sekedar hobi pengisi waktu luang, melainkan ruang kontemplasi untuk bertahan hidup dan memulai lembaran baru.
“Setelah melewati semuanya, saya sadar hidup bisa berubah kapan saja. Musik akhirnya menjadi tempat saya kembali pulang,” kata Dona saat acara perilisan EP debut, Minggu, 21 Juni.
Guna menghidupkan barisan lirik yang ia tulis, Dona menggandeng Eriska Millen atau yang akrab disapa Millen, sebagai lead vocal. Karakter suara Millen yang lembut namun bertenaga dinilai mampu menyampaikan pesan emosional dari setiap lagu secara utuh.
Sebagai penanda debut, EP “Suara Hati” yang berisi enam trek telah tersedia di berbagai platform streaming musik. Album mini ini merangkum potret kehidupan, curahan hati, serta dinamika hubungan asmara yang kerap dialami kaum perempuan.
Dalam proses produksi, Duo Antonia turut mendapatkan sentuhan dingin dari Bebi Romeo, yang terlibat langsung dalam mengaransemen lagu utama (focus track) berjudul “Bukan Denganku”, yang mengisahkan tentang ketegaran seorang wanita yang menolak dipermainkan dan memilih keluar dari toxic relationship.
Selain itu, Bebi Romeo juga membidani “Saat Kau Pergi”, sebuah trek berdurasi 4 menit 34 detik dengan aransemen dramatis yang diangkat dari kisah nyata tentang penyesalan setelah kehilangan orang tercinta.
Tak hanya itu, EP ini juga memuat “Asalkan Ku Bisa” yang memotret kepasrahan perempuan akibat perselingkuhan, serta “Biarkanlah Aku Pergi” yang menceritakan dilema terjebak dalam cinta segitiga.
Melalui rentetan karya ini, Dona berharap Duo Antonia tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi medium penguat bagi sesama perempuan.
“Bagi saya, ini bukan sekadar karya musik. ‘Suara Hati’ merupakan simbol keberanian perempuan untuk akhirnya mendengarkan suara hatinya sendiri, memilih untuk melangkah, berkarya, dan hidup melalui musik,” pungkas Dona./Eds.Foto: Istimewa.






