Nyaris Tak Ada Fasilitas Beribadah Bagi Penyandang Disabilitas di Jakarta

by -77 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Fakta bahwa penyandang disabilitas belum mendapat hak yang sama dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari masih nyata. Bahkan dalam urusan beribadah dan itu terjadi di Jakarta.

Diungkapkan Hadi Saifulloh, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) El Syifa, Ciganjur Jakarta Selatan, hingga saat ini belum tersedia fasilitas mumpuni bagi penyandang disabilitas di masjid-masjid di Jakarta.

“Jangan bicara prosentase (masjid bagi disabilitas), baru di masjid El Syifa saja yang menyediakan layanan bagi disabilitas untuk beribadah di Jakarta. Padahal masuk surga adalah hak bagi semua orang,” papar Hadi di sela-sela Kampanye Zakat untuk Kemandirian Disabilitas di area Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin, Jakarta, Minggu (1/12).

Hal inilah yang kini menurutnya harus menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta di tengah gencarnya peningkatan fasilitas bagi kaum disabilitas di sejumlah sarana publik.

“Saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri, ada jamaah disabilitas yang diusir saat akan shalat di sebuah masjid,” ungkapnya.

Dan berkaca dari hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berusaha untuk menggerakan kepedulian semua pihak pada kaum disabilitas, salah satunya debgan menggelar Kampanye Zakat untuk Kemandirian Disabilitas di area Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin, Jakarta pada Minggu (1/12).

Kegiatan yang juga bagian dari Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati pada 3 Desember setiap tahunnya ini diisi aksi simpatik untuk mendukung hak-hak dan memberikan semangat kepada para penyandang disabilitas.

BAZNAS juga mengundang para tokoh disabilitas untuk diskusi bersama, antara lain atlet Indonesia Amputee Football, Wahyu Chandra Aji yang berbagi pengalaman mengenai prestasi-prestasi yang telah diukirnya, serta pengurus DKM El Syifa, Hadi Saifullah yang memaparkan tema pentingnya sarana ibadah bersifat inklusif bagi disabilitas.

BAZNAS juga mendorong layanan terbaik bagi para penyandang disabilitas melalui Program Layanan Aktif BAZNAS (LAB). Berbagai layanan yang telah dilakukan dipaparkan Kepala LAB, Iskandar Darussalam.

Pada area tersebut, BAZNAS turut menunjukkan keahlian para tuna netra melalui Layanan Pijat gratis dan dapur air bagi para pengunjung Car Free Day.

Direktur Utama BAZNAS, M Arifin Purwakananta mengatakan, BAZNAS bangga memiliki layanan yang menemani sahabat penyandang disabilitas mendapatkan hak-haknya. Melihat dinamika penyandang disabilitas di masyarakat, beberapa masih memandang mereka sebagai objek belum sebagai subjek yang diikutsertakan membangun di semua sektor bidang masyarakat.

“Padahal mereka memiliki potensi yang sama dengan masyarakat lain, karena itu penting untuk menyampaikan berbagai prestasi yang telah diraih para penyandang disabilitas dalam pembangunan di masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan ini BAZNAS juga mengundang partisipasi masyarakat dalam mendukung prestasi para penyandang disabilitas terutama mereka yang masih berada dalam kategori mustahik, dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

BAZNAS telah memiliki berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan bagi para penyandang disabilitas, seperti Program Mustahik Pengusaha dalam upaya meningkatkan ekonomi mustahik, termasuk juga didalamnya kelompok usaha disabilitas.

Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tapi juga pendampingan intensif berupa pengembangan usaha, pelatihan keahlian dan pencatatan keuangan. Kegiatan pendampingan menjadi salah satu faktor keberhasilan program, untuk menjaga semangat mustahik dan memastikan usaha mereka berjalan sesuai rencana.

Melalui LAB, BAZNAS juga mendistribusikan kebutuhan-kebutuhan dasar bagi para penyandang disabilitas yang membutuhkan. (NVR)