Ini Sinopsis Menjelang Maghrib 2 yang Tayang Mulai 4 September

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Sukses dengan film Menjelang Magrib pada 2022, rumah produksi Helroad Films kembali melanjutkan kisahnya melalui sekuel berjudul Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai.

Film garapan sutradara sekaligus produser dan penulis cerita Helfi Kardit, film Menjelang Magrib 2 bakal tayang di bioskop mulai 4 September 2025.

Berbeda dari pendahulunya, film ini hadir sebagai spin-off dengan cerita yang lebih gelap dan atmosfer mencekam.

Latar kisah dibawa ke tahun 1920, ketika Indonesia masih berada di bawah jajahan Belanda. Isu sosial, ketimpangan ekonomi, hingga praktik pasung bagi penderita gangguan jiwa kembali menjadi tema utama.

“Tema pasung sudah menjadi energi cerita sejak saya membuat Menjelang Magrib. Ini berangkat dari pengalaman pribadi ketika saya tinggal di Sumatera dan melihat langsung praktik pasung di rumah khusus,” ungkap Helfi Kardit di malam Gala Premeir, XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8) malam.

Helfi menegaskan, Menjelang Magrib 2 bukan sekadar proyek industri, melainkan karya dengan visi yang kuat.

Ia membandingkan energi kreatifnya kali ini dengan saat menggarap Sang Martir (2012), film yang membawanya meraih nominasi di AIFFA (Asean International Film Festival and Awards) dan Festival Film Bandung.

Bedanya, kali ini ia memilih genre horor yang lebih populer di kalangan penonton.

Jika film pertama dibuat dalam gaya dokumenter (docustyle) dan sempat berkompetisi di Molins Film Festival Barcelona 2022, maka sekuel ini diproduksi dalam format film panjang konvensional.

Proses pengambilan gambar berlangsung di kaki Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, selama 28 hari dengan persiapan lebih dari tiga bulan.

Film Menjelang Magrib 2 dibintangi Aditya Zoni, Aisha Kastolan, Aurelia Lourdes, Muthia Datau, Ajeng Fauziah, Ageng Kiwi, Fendi Pradana, Shania Sree, Ratu Dewi Imasy, Dandy Syahputra, Farid Aja, Valdy Mulia dan Andhika Alveiro.

Sebagai dokter kejiwaan dalam film, Aditya Zoni mengaku dirinya harus melakukan riset yang mendalam. Beruntung, dalam proses pra produksi, Aditya Zoni diberi waktu yang cukup untuk mengeksplor segala informasi yang berkaitan dengan perannya tersebut.

“Di sini itu gue sebagai dokter untuk melawan budaya-budaya lama masyarakat kayak percaya mistis, percaya masih hal-hal yang ilmu-ilmuan. Nah itu kan berbanding terbalik sama karakter gue sebagai dokter yang selalu mengedepankan logis dan medis. Jadi ini serunya sih di situ. Gue belajar semuanya, dan benar-benar mendalami karakter sebagai dokter. Kebetulan ada beberapa kawan gue dokter, jadi memang langsung diajarin sama dia, dia selalu ikut sama gue. Gimana caranya untuk yang benar, seperti apa sih dokter, menjelaskan penyakit, gitu loh,” ungkap Aditya Zoni.

Salah satu yang paling menantang adalah pembangunan rumah karakter Layla yang tinggal bersama neneknya dalam kondisi miskin, dengan latar Gunung Puntang dan Gunung Cikurai.

“Kami harus membangun rumah di kaki gunung dengan cuaca ekstrem, dingin, dan angin kencang,” kata Production Designer Yannie Sukarya.

Sinopsis

Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai mengisahkan kehidupan Layla, seorang perempuan muda yang terbelenggu oleh tradisi, trauma, dan tekanan sosial di pedesaan Hindia Belanda tahun 1920.

Hidup bersama neneknya yang miskin, Layla menjadi korban praktik pasung yang dianggap sebagai cara penyembuhan bagi penderita gangguan jiwa. Namun, di balik rantai yang membelenggunya, tersimpan kisah kelam yang menyibak batas antara mistis, tahayul, dan realitas.

Film ini tidak hanya menawarkan teror mistis, tetapi juga mengangkat pertemuan antara kultur, tahayul, dan sains modern. Isu trauma keluarga, isolasi, serta nilai religiusitas dieksplorasi dengan pendekatan atmosferik yang diyakini bakal meninggalkan kesan mendalam bagi penonton./Din.

No More Posts Available.

No more pages to load.