JAKARTA, VOICEMAGZ.com — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) kembali membuka program Kita Cinta Lagu Anak (KILA) 2026. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendorong lahirnya lebih banyak lagu anak Indonesia di tengah masih terbatasnya produksi dan apresiasi terhadap lagu anak dalam beberapa tahun terakhir.
Pendaftaran KILA 2026 resmi dibuka mulai 22 Juni hingga 31 Agustus 2026. Program ini mencakup dua kategori utama, yakni Lomba Cipta Lagu Anak dan Lomba Menyanyi Lagu Anak.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan lagu anak memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, penanaman nilai, penguatan rasa percaya diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan bangsa.
Menurut Fadli, KILA menjadi ruang kreatif untuk mendorong lahirnya lagu anak yang lebih berkualitas dan relevan dengan kehidupan anak Indonesia saat ini.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk berani berkarya, berani bernyanyi, dan berani menunjukkan bakat terbaik melalui KILA 2026. Mari bersama-sama menghadirkan lagu anak Indonesia untuk masa depan bangsa,” kata Fadli dalam peluncuran program yang disiarkan secara daring, Senin, 22 Juni.
Program KILA telah digelar secara berkelanjutan sejak 2020. Dalam enam tahun terakhir, program ini menjadi wadah bagi ribuan anak untuk berkarya dan mengembangkan minat mereka di bidang musik.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra mengatakan KILA bukan sekadar kompetisi. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem lagu anak yang berkelanjutan.
Menurut Mahendra, lagu anak perlu terus diproduksi, disebarluaskan, dan diapresiasi agar tetap hadir di tengah kehidupan masyarakat.
“Melalui lagu anak, kita tidak hanya menciptakan karya seni, tetapi juga menanamkan nilai budaya, karakter, dan rasa cinta terhadap Indonesia,” ujarnya.
Senada dengan itu, Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti menilai anak-anak membutuhkan lagu yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang mereka. Karena itu, regenerasi pencipta dan penyanyi lagu anak perlu terus didorong.
Ia mengakui produksi lagu anak Indonesia masih terbatas dibandingkan konten musik yang beredar saat ini.
“Program KILA merupakan salah satu upaya untuk menjawab masih terbatasnya produksi dan apresiasi terhadap lagu anak Indonesia,” kata Irini.
Selain kompetisi, KILA 2026 juga akan menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari produksi video klip lagu anak, kampanye digital, hingga penampilan Duta KILA dalam sejumlah kegiatan nasional.
Setelah proses pendaftaran ditutup, peserta akan mengikuti tahapan kurasi dan audisi. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir pada Grand Final dan Pentas KILA 2026 yang akan digelar pada 18 September 2026.
Melalui program ini, Kementerian Kebudayaan berharap semakin banyak lagu anak lahir dan kembali akrab di telinga generasi muda sebagai bagian dari pengembangan budaya Indonesia./Eds.






