JAKARTA, AKURATNEWS.co – Suasana Ramadhan tahun ini terasa istimewa bagi dunia modest fashion Tanah Air.
Desainer modest wear ternama, Nina Nugroho menghadirkan koleksi Raya 2026 dengan pendekatan berbeda yang lebih personal, lebih hangat, sekaligus sarat makna budaya.
Bertajuk ‘Kembali’, koleksi ini tidak hanya menampilkan busana Lebaran yang elegan, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pulang ke akar: keluarga, tradisi, dan dukungan terhadap perajin lokal.
Menariknya, koleksi tersebut bahkan sudah diluncurkan jauh sebelum Ramadhan, tepatnya pada 25 Januari 2026.
Antusiasme pasar pun begitu tinggi hingga sebagian koleksi langsung habis terjual dalam waktu singkat.
Untuk koleksi Raya tahun ini, Nina menghadirkan 14 desain yang terdiri dari tujuh koleksi perempuan dan tujuh koleksi pria.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang lebih fokus pada busana wanita, kali ini konsep yang diusung adalah couple atau sarimbit.
Konsep ini memungkinkan pasangan, bahkan seluruh anggota keluarga, mengenakan busana dengan desain yang selaras saat merayakan Hari Raya.
Menurut Nina, ide ini muncul dari permintaan pelanggan yang telah lama menginginkan koleksi keluarga yang tetap elegan namun nyaman dikenakan oleh pria maupun wanita.
“Harapannya, pelanggan tidak hanya membeli untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pasangan bahkan untuk seluruh keluarga,” ujarnya.
Tema beaar ‘Kembali’ dalam koleksi Raya 2026 memiliki tiga lapisan makna. Pertama, kembali ke keluarga. Lebaran menjadi momentum untuk pulang, berkumpul, dan merayakan kebersamaan dengan orang-orang tercinta.
Makna kedua adalah kembali mengingat peran UMKM. Dalam koleksi ini, Nina berkolaborasi dengan para pengrajin tenun bulu Garut, sebuah kerajinan tekstil khas Jawa Barat yang masih dikerjakan secara tradisional.
Melalui kolaborasi ini, Nina ingin mengajak industri fashion untuk lebih menghargai karya perajin lokal, bukan sekadar bergantung pada bahan impor.
Makna ketiga adalah kembali pada esensi Lebaran yakni kehangatan, rasa syukur, dan silaturahmi.
Seluruh koleksi Raya 2026 menggunakan tenun bulu Garut, material khas yang memiliki tekstur lembut menyerupai sutra. Berbeda dengan tenun pada umumnya yang terasa kaku, kain ini lebih ringan dan nyaman dikenakan.
Proses pembuatannya pun tidak singkat. Satu lembar kain memerlukan waktu sekitar 14 hari pengerjaan, sehingga perencanaan produksi harus dilakukan jauh-jauh hari agar koleksi siap menjelang Lebaran.
Pilihan warna yang dihadirkan pun mencerminkan karakter khas brand Nina Nugroho yang dikenal elegan dan profesional, seperti: Navy (biru tua), Cokelat, Maroon dan Gold lembut.
Sementara itu, desain busana pria dibuat selaras dengan koleksi wanita sehingga menciptakan tampilan sarimbit yang harmonis.
Antusiasme pasar terhadap koleksi ini ternyata melampaui ekspektasi. Hingga hari ketujuh Ramadan, seluruh koleksi Raya 2026 sudah sold out.
Saat ini tim Nina Nugroho tengah memperpanjang kerja sama dengan para pengrajin tenun Garut untuk menambah produksi. Proses tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua minggu.
Selain koleksi Raya, Nina Nugroho juga menghadirkan lini khusus Ramadhan bertajuk Abaya Profesional.
Koleksi ini dirancang dengan pendekatan minimalis, tidak berlebihan namun tetap elegan. Warna yang digunakan pun cenderung lembut seperti Cokelat muda, Mauve, Pink lembut dan Abu-abu soft.
Busana ini dirancang agar fleksibel digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari bekerja di kantor, menghadiri acara buka puasa, hingga kegiatan organisasi.
Pemilihan tenun bulu Garut juga memiliki makna filosofis bagi Nina Nugroho. Tekstur kain yang lembut melambangkan sisi feminin, sementara proses pembuatannya yang kuat dan tahan lama mencerminkan keteguhan.
Filosofi ini menggambarkan karakter perempuan masa kini yang mampu menjalankan banyak peran, sebagai profesional, pemimpin, hingga penggerak komunitas tanpa kehilangan kelembutan.
Melalui koleksi Raya 2026, Nina Nugroho berharap busana tidak hanya menjadi produk fesyen, tetapi juga medium komunikasi nilai.
Ia ingin menghadirkan karya yang mampu merepresentasikan karakter perempuan Indonesia yang kuat sekaligus lembut, sekaligus mendorong perkembangan UMKM lokal agar semakin dikenal di industri fashion nasional. (NVR)








