Konser 7 Ruang Cara Lain Selamatkan Industri Musik PertunjukanDi Masa Pandemi

by -205 views
????????????????????????????????????

Jakarta, Voicemagz.com-Seperti kita ketahui, wabah pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia ini  memang telah meluluh lantakkan sendi sendi ekonomi masyarakat.  Dampak dari wabah ini sangat luar biasa, tak hanya para pelaku bisnis yang merasa sulit bertahan di masa-masa  seperti ini, tetapi juga para seniman pada umumnya, termasuk didalamnya adalah  seniman musik dan Industri musik.

Menyikapi wabah yang entah kapan akan berakhir ini, tetntu tidak lantas kita berpangku tangan pasrah pada nasib. Tetapi diperlukan ide-ide kreatif dan berbagai terobosan agar tetap bisa bertahan dan  tidak semakin terpuruk. Salah satu yang memiliki ide brilian di industri musik agar  tetap eksis di masa Pandemi adalah  Donny Hardono.

Pendiri sekaligus pemilik Don Sistem Suara (DSS), bergerak cepat untuk menyelamatkan industri musik terutama musik pertunjukan (Live Concert) dari keterpurukan dengan menggagas “Konser 7 Ruang”. Lalu apa sebenarnya konsep awal konser 7 Ruang itu?.

“ Awalnya nggak ada konsep yang baku, karena datengnya Pandemi Covid-19 ini kan tiba tiba, kita juga nggak tau. Tapi setelah ada Pandemi lalu saya buat studio saya menjadi 7 bagian atau 7 ruang dan 1 ruangan saya (control room), untuk memberikan wadah bagi para pekerja seni serta tim produksi untuk tetap dapat bekerja di masa pandemi, dengan mengupulkan donasi. Jadi  konser virtual ini merupakan pekerjaan besar  yang tidak pernah direncanakan sebelumnya”, jelas Donny Hardono kepada NewsBeat di Jakarta, pada Sabtu, (29/01/21).

Lebih lanjut Donny juga menambahkan bahwa intinya ini sebuah reflex menyikapi situasi, dengan memanfaatkan peralatan yang dimilikinya.

“  Konser 7 ruang ini sebetulnya merupakan sebuah reflex spontan aja menyikapi Pandemi, kebetulan kita punya semua peralatan yang cukup mumpuni seperti, sound system, peralatan musik, stage, riging dan lighting. Jadi kita manfaatkan semua yang kita punya untuk berkarya di masa pandemi”, tambahnya.

Dalam konser yang digelar setiap akhir pekan ini, sudah melibatkan puluhan artis Indonesia dengan  nama besar  dari berbagai genre, dan para  pekerja seni , ada God Bless, Fariz RM, Vina Panduwinata, Syaharani, LCRL plus, Andien, Andre Hehanusa, I.Ki, Trie Utami, Krakatau, Cokpiet, Solid 80 dan ratusan musisi papan atas lainnya. Bahkan Donny mengaku sampai saai ini (30/01/201) sudah episode yang ke 1009.

 

Untuk menggelar konser virtual dengan kualitas gambar dan audio secara bagus tentu bukan perkara mudah, ada saja kendalanya tapi semua sudah bisa diminimalis oleh Donny dan tim produksi yang terlibat didalamnya.

“ Kendala tentu ada,  yang paling besar adalah perijinan penggunaan lagu. Meskipun ini tidak komersial kita sebagai orang timur harus ‘kulonuwun’ lah kepada penciptanya. Terus mengenai audio visual tentu ada keterlambatan (delay), tetapi dengan segala kemampuan tim serta peralatan yang memadahi sudah bisa diminimalis”, jelas Donny lagi.

Lalu bagaimana tanggapan para pengisi acara yang pernah tampil di konser 7 ruang ini?. Menurut Donny semua menanggapi positif.

“ Semua menanggapi positif, karena selain bisa tetap berkreatifitas di masa Pandemi, juga bisa mendapatkan income. Selain itu bisa saling bertemu kawan lama, saling sharing dan reuni. Tentunya tetap dengan melaksanakan protokol kesehetan. Karena yang datang kesini harus sudah melalui swab antigen. Kalu belum melakukan swab masuk pintu aja dilarang”, jelas Donny lagi.

Walaupun sudah menggelar hingga 109 episode, namun Donny tidak akan membuat rekaman live yang dijual atau dirilis dalam bentuk Cd, atau dijual di platform digital seperti jook,spotify dan lain lain. Karena sejak awal memang tidak ada rencana cari margin disini. Ini murni mencari solusi agar tetap bisa berkarya dan mendapatkan income melalui konser virtual.

Ketika ditanya apa harapannya kedepan tentang dunia hiburan di masa Covid-19 ini Donny mengaku tidak ada harapan khusus.

“ Kalau ditanya harapan malah nggak ada, selain pingin semuanya sehat dan bebas Covid. Karena dalam situasi seperti ini sehat itu anugerah yang luar biasa. Harapan yang paling mungkin adalah pandemi segera berakhir. Karena untuk menggelar acar yang melibatkan penonton seperti dulu tentu nggak mungkin. Musisinya pingin sehat, penontonnya pingin sehat, jadi harapan utamanya pokoknya kita semua sehat itu saja,” tutup Donny.

Luar biasa apa yang sudah dilakukan Donny Hardono beserta tim DSS melalui Konser 7 Ruang ini. Donny sudah menjadi motor dan pionir dunia hiburan di Indonesia pada masa Pandemi Covid-19. Jasanya tak hanya untuk  para pengisi acara dan tim produksi saja, tetapi juga seluruh pecinta musik di Indonesia. Karena Konser 7 Ruang ini benar benar  telah menjadi hiburan yang selalu dinanti masyarakat di setiap akhir pekan.

Tonny Wenas

“Konser 7 ruang ini gagasan yang luar biasa, walaupun Covid nggak tau kapan berakhirnya tetapi para musisi tetap bisa eksis dan di sini. Bicara soal soungd, ini sudah sangat bagus kualitasnya, boleh dibilang tidak hanya kelas lokal Indonesia, tetapi sudah kela dunia. Saya sudah main 7 kali di Konser 7 Ruang ini, jadi saya paham kualitas soundnya bagus sekali.  Tidak hanya di ruangan tempat kita main, tetapi juga ketika saya nonton musisi lain melalui streaming. Kualitas internetnya juga sudah bagus sekali, jadi bisa meminimalis keterlambatan gambar dan audio menjadi sangat kecil sekali ”, jelas Musisi senior yang juga menjabat Presiden Direktur Freeport Indonesia ini.

Lebih jauh ia menambahkan; “  Saya berharap kedepan bisa bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan untuk bersponsor, karena ini dilihat banyak orang di seluruh indonesia, mungkin dunia malah. Waktu solid main saja dilihat sekitar 3000 orang, terus waktu tribute Crhisye malah sampai 17000 orang. Ini sebetulnya peluang yang bagus buat kerjasama dengan pihak sponsor.  Selain itu juga bagus buat ajang promosi bagi para penyanyi yang baru merilis album, karena ini dilihat banyak orang”, tambah Tonny lagi.

Tampil di ajang konser virtual sama konser  di panggung  ecara langsung tentu ada beda, lalu bagaimana menyikapinya agar bisa main dan tampil secara maksimal, Tonny menjelaskan.

“ Ya, secara passion memang beda, karena kita tidak berhadapan langsung dengan penonton. Kita tidak bisa melihat dan mendengar teriakan penonton more..more… dan sebagainya. Secara Andrenaline juga beda. Tetapi setelah kita lihat chat yang masuk ketika kita konser, kita jadi termotivasi untuk bermain dengan bagus. Intinya kita tetap  berusaha tampil bagus seolah-olah dilihat ribuan penonton. Jadi itu kuncinya agar kita bisa selalu maksimal penampilannya”, tutup Tonny.