M20 Lahir di Indonesia Untuk Dunia

by -139 views

Jakarta, Voicemagz.com- Rangkaian puncak acara M20 (Music20) yang telah diawali dengan M20 Summit pada 31 Oktober 2022 kemarin,  ditutup dengan perhelatan konser musik (M20 Concert)yang menampilkan musisi Indonesia kenamaan seperti Iwan Fals, Once Mekel, Kahitna, Slank, Dira Sugandi dan Isyana Sarasvaty bersama Dead Squad, pada tanggal 1 November 2022. Kedua kegiatan tersebut digelar di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Dipilihnya para musisi tersebut diatas menurut Tantowi Yahya selaku Ketua Panitia selain merepresentasikan keragaman musik di Indonesia juga adalah karena mereka mempunyai komitmen yang bagus terhadap isu lingkungan.

M20 Summit Conference dan M20 Concert. ini dipelopori oleh United in Diversity dan Yayasan Anugerah Musik Indonesia, serta organisasi musik terkemuka di Indonesia. Penasaran? Baca artikel di bawah ini.

.Negara-negara yang  mengikuti M20 Summit yang diselenggarakan secara Hybrid itu adalah, Amerika Serikat, Brazil, Jepang, Kanada, Kamboja, India, Indonesia, Inggris, Italia, Meksiko, Afrika Selatan, Russia, dan anggota Uni Eropa.

Selanjutnya Tantowi Yahya menjelaskan, bahwa M20 ini lahir di Indonesia untuk musik dunia, terutama para anggota G20.

“M20 ini digagas oleh Indonesia dimana saat ini Indonesia sebagai ketua presidensi G20. Awalnya kita ditantang oleh Menteri BUMN Eric Thohir, Musik ini tidak bikin apa-apa?, sementara para pebisnis bikin B20, sebagai musisi Saya dan Triawan Munaf, Candra Darusman dan Kadri Mohammad merasa tersengat akan tantangan tersebut, maka lahirlah M20 ini yang rangkaiannya dimulai kemarin M20 Summit,  dan sekarang M20 Concert,” kata Tantowi Yahya, di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Selasa, 1 November 2022.

Lebih lanjut Tantowi Yahya menambahkan bahwa M20 juga focus pada tujuan SDG serta transformasi digital di industri musik. Lebih penting lagi, KTT ini mencakup penyelarasan kebijakan di masa depan industri musik untuk mendukung inklusi digital dan budaya, kesejahteraan musisi, dan pekerja kreatif.

“Seluruh komunike pada KTT M20 akan menghasilkan draft final yang akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia untuk selanjutnya diserahkan kepada India yang akan menjadi presidensi KTT G20 pada tahun 2023,” lanjut Tantowi.

Dalam kesempatan yang sama, Chandra Darusman juga menegaskan apa yang disampaikan Tantowi bahwa benar M20 Lahir di Indonesia, dan selanjutnya akan bergulir bersamaan dengan penyelenggaraan KTT G20.

” Ya, M20 lahir di Indonesia, selanjutnya pada tahun depan akan kita serah terimakan kepada India selaku tuan rumah KTT G20, dan saya yakin disana akan dibuat lebih besar lagi, kemudian tahun berikutnya akan diselenggarakan di Brazil, dimana Brazil juga memiliki akar musik yang kuat,” kata Chandra Darusman.

Sementara itu Triawan Munaf menambahkan bahwa Musik yang menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif perlu terus diperjuangkan.

“Kami tentu berdiskusi dengan para musisi-musisi hebat dari lintas generasi dan lintas genre untuk membahas bagaimana mereka memperjuangkan perubahan dan keresahan mereka terhadap isu-isu tertentu melalui karya-karyanya”, kata Triawan.
Kadri Mohammad yang juga menjadi salah satu panitia juga turut menambahkan bahwa musik ini harus bisa kita jadikan agen perubahan. Oleh sebab itu disela-sela acara konser akan dibacakan Komunike.

“Musik & SDG’s Agen Kuat Perubahan Sosial, Lingkungan dan Ekonomi”, makanya disela sela konser akan dibacakan komunike oleh para musisi Indonesia yang isinya ada  18 butir, ” kata Kadri.

Beberapa poin yang dicoba digaungkan pada acara ini adalah, driving digital information in fair and inclusive music industry, the welfare of musician, and creative economy worker, better access in the music industry, mainstreaming music-learning, encouraging low-emissions and community-friendly concerts serta menjadikan musik sebagai platform untuk mendorong perdamaian.

 

Candra menambahkan bahwa bahwa M20 mendapatkan wawasan yang luar biasa dari para musisi dalam perjuangan mereka untuk mengubah dunia dan merasakan dedikasi yang luar biasa dalam prosesnya.

“Melalui diskusi tersebut, M20 memahami keyakinan para musisi bahwa musik bisa menjadi medium yang luar biasa dalam proses penyampaian sebuah pesan dan ide, karena musik merupakan bahasa yang paling universal”, tambahnya.

Acara konser ini pun juga akan menerapkan konsep yang bersifat rendah emisi, dan konser ramah komunitas, dan minim limbah, konser ini akan mempromosikan kebijakan tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan, atau ESG di industry dunia hiburan.

“Dalam aspek penyelenggaraan konser pun sekarang perlu menerapkan kebijakan yang selaras dan keberlanjutan dalam menanggapi krisis global seperti krisis iklim dan lingkungan” tutup Tantowi./Mik

 

No More Posts Available.

No more pages to load.