JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Super Grup heavy metal asal Los Angeles, Metallica resmi mengumumkan perpanjangan jadwal residensi mereka yang bertajuk “Life Burns Faster” di Sphere, Las Vegas, Amerika Serikat.
Diakibatkan tingginya permintaan penggemar, James Hetfield cs harus menambah durasi masa inap mereka di venue futuristik tersebut hingga Maret 2027.
“Residensi ini memberi kami kesempatan lain untuk menciptakan kembali cara kami berinteraksi dengan penggemar dalam setting langsung,” sambungnya. “Kami sangat bersemangat untuk membagikan ini kepada dunia dalam waktu enam bulan ke depan, dan benar-benar bersemangat untuk melangkah ke level berikutnya.”
Sphere sendiri dikenal sebagai venue dengan layar LED resolusi tertinggi di dunia yang menyelimuti seluruh area penonton. Metallica berjanji akan memanfaatkan teknologi Sphere Immersive Sound dan fitur multi-sensori 4D untuk memberikan pengalaman audio visual yang belum pernah dirasakan di konser metal mana pun sebelumnya.
Kehadiran Metallica di Sphere sekaligus menasbihkan mereka sebagai band heavy rock pertama yang menggelar residensi di sana, menyusul nama-nama besar seperti U2, Phish, Dead & Company, dan The Eagles.
Sebelum menetap di Las Vegas, Metallica dijadwalkan akan menyelesaikan rangkaian tur Eropa dan Inggris pada pertengahan tahun ini, termasuk penampilan dua malam di London Stadium pada Juli mendatang.
Awalnya, band yang dikenal dengan lagu “Enter Sandman” itu hanya mengonfirmasi delapan pertunjukan yang dijadwalkan sepanjang Oktober tahun ini.
Namun, antusiasme masif membuat mereka melipatgandakan jadwal pertunjukan menjadi 24 pertunjukan. Jadwal tambahan mencakup pada November tahun ini, hingga Januari, Februari, dan Maret 2027.
Konsep yang diusung tetap konsisten dengan format ‘No Repeat Weekend’, di mana Metallica menjamin tidak akan ada satu pun lagu yang dibawakan dua kali dalam paket dua malam pertunjukan.
Adapun drumer sekaligus pendiri Metallica, Lars Ulrich, mengatakan bahwa ide untuk tampil di Sphere muncul saat ia menyaksikan pembukaan venue tersebut beberapa tahun lalu.
Ulrich merasa teknologi yang dimiliki Sphere adalah masa depan bagi pertunjukan musik keras yang selama ini terjebak dalam format konvensional.
“Kira-kira 12 detik setelah malam pembukaan di Sphere bersama U2 pada tahun 2023, saya berpikir, kita harus melakukan ini. Ini benar-benar wilayah yang belum terpetakan,” kata Ulrich, dikutip NME, Senin, 9 Maret./Ib.







