JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Rumah produksi MVP Pictures memperkenalkan tampilan perdana (first look) film terbarunya, Cerita Lila. Film bergenre horor emosional ini diangkat dari kisah nyata Lili dan Lila yang sebelumnya dikenal luas lewat penelusuran Sara Wijayanto di kanal YouTube DiaryMisteriSara.
Peluncuran materi awal ini dilakukan sebagai bagian dari promosi menjelang penayangan perdana yang dijadwalkan berlangsung serentak di bioskop pada 18 Juni 2026. Momen tersebut disambut antusias oleh para penggemar, terutama komunitas Saraddicts yang telah lama menantikan adaptasi kisah tersebut ke layar lebar.
Cuplikan yang dirilis memperlihatkan potongan adegan dengan nuansa emosional kuat, menyoroti hubungan ibu dan anak yang intim namun dibalut suasana mencekam. Visual awal ini memberi gambaran atmosfer film yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga sarat kedalaman perasaan.
Kisah dalam film ini berangkat dari pengalaman nyata dua saudara kembar, Lili dan Lila, yang sebelumnya menyita perhatian publik. Cerita tersebut dikenal luas karena menghadirkan emosi mendalam, terutama terkait kehilangan dan ikatan batin yang kuat.
Produser MVP Pictures, Amrit Punjabi, menyebut proyek ini sebagai salah satu yang penting bagi rumah produksi tersebut. “Cerita Lila adalah proyek yang sangat spesial bagi kami karena menghadirkan kisah yang sudah memiliki kedekatan emosional dengan banyak penonton. Kami melihat besarnya antusiasme publik, khususnya komunitas Saraddicts, terhadap cerita ini. Melalui first look ini, kami ingin memberikan gambaran awal tentang pengalaman emosional dan horor yang akan dihadirkan film ini,” ujarnya.
Sementara itu, Sara Wijayanto mengungkapkan bahwa cerita ini memiliki nilai personal yang mendalam baginya sejak pertama kali dibagikan ke publik. Ia berharap adaptasi film ini tetap menjaga esensi emosi yang terkandung dalam kisah aslinya.
“Sejak awal kisah Lili dan Lila saya bagikan di DiaryMisteriSara, begitu banyak orang yang ikut merasakan emosi dari cerita ini. Saya senang sekali akhirnya kisah ini bisa hadir dalam format film, dengan pendekatan yang tetap menjaga rasa, emosi, dan pesan yang ada di dalamnya. Semoga Cerita Lila bisa menjawab penantian para Saraddicts,” ungkapnya.
Dari sisi penyutradaraan, Bobby Prasetyo menegaskan bahwa film ini tidak hanya mengandalkan unsur ketakutan. Ia ingin menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi penonton.
“Dalam Cerita Lila, kami tidak hanya ingin menghadirkan rasa takut, tetapi juga rasa kehilangan, kasih sayang, dan luka batin yang sangat manusiawi. Kami berusaha menerjemahkan kedalaman cerita Lili dan Lila ke dalam visual yang intim sekaligus mencekam, sehingga penonton bisa merasakan pengalaman yang lebih utuh,” kata Bobby Prasetyo./Din.








