JAKARTA, VOICEMAGZ.com — Empat dekade perjalanan Kahitna tidak hanya menandai panjangnya usia sebuah grup musik. Di balik lagu-lagu yang bertahan lintas generasi, ada sebuah ekosistem ekonomi kreatif yang terus bergerak.
Hal itu terlihat dalam konser 40 Tahun Kahitna di NICE PIK 2, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Konser yang dihadiri sekitar 20.000 Soulmate sebutan bagi penggemar Kahitna tersebut menjadi gambaran bagaimana musik dapat menjelma menjadi kekuatan ekonomi yang melibatkan banyak profesi kreatif.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengatakan, sebuah konser bukan semata pertunjukan musik. Di dalamnya terdapat rantai ekonomi yang mempertemukan musisi, promotor, pekerja event organizer (EO), sound engineer, lighting designer, stage manager, stage crew, hingga berbagai talenta kreatif pendukung.
«“Dalam satu konser terdapat ekosistem kreatif yang melibatkan begitu banyak pejuang ekraf. Ini menjadi contoh nyata karya kreatif yang mampu menciptakan nilai ekonomi berlipat ganda,” tutur Irene.»
Menurut Irene, semakin banyak konser berkualitas diselenggarakan di Indonesia, semakin terbuka pula ruang bagi talenta musik untuk berkembang. Pertunjukan musik juga menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja yang bersinggungan dengan subsektor ekonomi kreatif lainnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025 menunjukkan pekerja subsektor musik didominasi generasi milenial sebesar 41,62 persen. Berikutnya generasi Z 33,61 persen dan generasi X 20,87 persen.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa musik bukan sekadar ruang ekspresi, melainkan juga ruang kerja bagi lintas generasi.
“Kami melihat konser 40 Tahun Kahitna sebagai bagian penting dari penguatan ekosistem subsektor musik yang menumbuhkan rasa cinta dari talenta-talenta yang relevan lintas generasi,” kata Irene.
Kekuatan itu tampak dari perjalanan Kahitna sendiri. Empat puluh tahun setelah berdiri, grup asal Bandung tersebut masih mampu mengumpulkan puluhan ribu penonton dalam satu panggung.
Konser tersebut menghadirkan personel yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Kahitna, yakni Yovie Widianto (pianis), Hedi Yunus dan Mario Ginanjar (vokalis), Dody Isnaini (bassist), Harry Suhardiman (perkusi), Bambang Purwono (kibordis), serta Andrie Bayuaji (gitaris).
Mengusung semangat “Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah”, konser dimeriahkan kolaborasi lintas generasi bersama Arsy Widianto, Monita Tahalea, Nikita Becker, Tiara Andini, RAN, serta penampilan khusus Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.
Bagi Kahitna, empat dekade adalah perjalanan musikal. Bagi ekonomi kreatif, konser itu menunjukkan sesuatu yang lebih besar: sebuah karya yang bertahan lama dapat terus dihidupkan melalui pertunjukan, kolaborasi, dan keterlibatan banyak profesi kreatif.
Ketika 20.000 orang datang untuk menikmati musik, yang bergerak bukan hanya panggung dan para musisinya. Ada pekerja kreatif, penyelenggara acara, penyedia jasa, serta berbagai aktivitas ekonomi di sekitar pertunjukan yang ikut memperoleh manfaat./Eds.








