JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Ditengah pemulihan pasca terserang stroke, Anggia Novita kembali menunjukkan semangatnya untuk berkarya dengan merilis original soundtrack (OST) film Juminten Edan pada Kamis (18/6).
Perilisan sekaligus dijadikan momentum debutnya sebagai seorang produser musik untuk sebuah film layar lebar.
Anggia Novita itu mengaku proyek ini menjadi pengalaman pertamanya memproduksi lagu tema film. OST tersebut disiapkan sebagai bagian dari promosi menjelang penayangan Juminten Edan di bioskop pada 23 Juli 2026.
Lagu tema film ini diciptakan oleh musisi Kukuh Kudamai dengan proses pengerjaan sekitar dua bulan. Sementara itu, vokal dipercayakan kepada penyanyi asal Yogyakarta, Tania Dewi Astarina, yang dinilai memiliki karakter suara yang sesuai dengan nuansa film.
“Sebagai penyanyi yang sering menang lomba lagu daerah, karakter vokal dia cukup potensial membawakan lagu Ost. Karena memang konsepnya tradisional. Sesuai dengan mood filmnya,” kata Anggia terkait alasan memilih Tania.
Menurut Anggia, kolaborasi bersama Kukuh Kudamai dan Dindin Hugo Agoesto berjalan lebih efektif karena seluruh tim produksi berdomisili di Yogyakarta, kota yang juga menjadi lokasi utama pengambilan gambar film tersebut. Kondisi itu membuat proses penggarapan soundtrack berlangsung tanpa kendala berarti meski menjadi proyek perdananya sebagai produser.
Ia menjelaskan, selama proses produksi dirinya aktif berdiskusi dengan pencipta lagu, komposer, hingga produser agar musik yang dihasilkan benar-benar mampu merepresentasikan karakter Juminten sebagai tokoh utama. Penggarapan OST juga mendapat dukungan dari Trinity Optima Production yang telah lama berkecimpung di industri musik Indonesia.
Melalui rumah produksinya, Digital Frame Production, Anggia menghadirkan dua versi lagu, yakni bergenre pop dan keroncong. Keduanya disesuaikan dengan alur cerita film agar mampu memperkuat emosi yang ingin disampaikan kepada penonton.
“Ditengah proses pembuatan Ost ada aku kasih masukan sedikit. Ini biar film jadi lebih bernyawa. Karakter lagu sama dengan filmnya. Orang yang tuna wicara, putus asa. Apa yang ada dalam hatinya diceritakan dalam lagu ini,” ujar Anggia.
Ia sengaja merilis soundtrack lebih awal agar publik lebih mengenal cerita dan atmosfer film sebelum tayang di bioskop. Bagi Anggia, proyek musik ini juga menjadi bagian dari perjalanan pemulihannya setelah terserang stroke.
“Dalam proses penyembuhan stroke, saya memberanikan diri mengerjakan sesuatu karena memang saya menyukai musik,” pungkas Anggia Novita./Eds.






