JAKARTA,VOICEMAGZ.com – The Brandals terus menunjukkan kreatifitas bermusiknya dengan merilis single kedua mereka. Lagu itu berjudul Di Pinggir Marjin yang diplot sebagai salah satu materi album mendatang.
Single ini adalah balada yang menyampaikan narasi tentang penderitaan kelas pekerja, terutama mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Kecemasan, kekecewaan, dan harapan mereka terbebani oleh tekanan hidup dan rezim pemerintahan yang semakin tidak pasti.
Pendekatan baru sudah terasa di Jari Kasar yang rilis akhir September lalu, di mana Brandals mengusung musik lambat dan melodis, tapi tak serta merta membuat mereka lebih lembut. Sikap teguh The Brandals sebagai band protes sosial tetap intens melalui lirik yang mewakili demografi komunitas perkotaan yang terpinggirkan.
Lagu ini merupakan kolaborasi pertama mereka dengan Jonathan Mono (vokalis We Are Neurotic), yang juga berperan sebagai produser bersama Jonathan Pardede. Drummer We Are Neurotic, Karel William, juga memainkan drum.
Di Pinggir Marjin direkam pada Oktober 2024 sebelum drummer baru The Brandals, Ghani Noorputrawan, bergabung dengan band tersebut di akhir tahun itu. Sementara itu, Lawrence Aswin, anggota grup jazz elektronik SOVA, memainkan “Toy Piano” dalam lagu tersebut.
Keputusan untuk merilis single bernuansa balada merupakan langkah berani bagi The Brandals, sebuah band rock yang telah berkiprah selama hampir 25 tahun di kancah musik independen Indonesia. Mereka tidak pernah mengikuti aturan industri/korporasi atau mengorbankan idealisme mereka demi kenyamanan atau permintaan pasar.
Eka dkk selalu menantang diri sendiri dan penggemar mereka dengan mendorong batas-batas eksperimen dan menentang ekspektasi “Di Pinggir Marjin” adalah single yang diambil dari repertoar materi untuk album baru yang akan dirilis pada pertengahan tahun 2026./Eds.








