YPPHUI Gelar Syukuran Penganugerahan Pahlawan Nasional Kepada H. Usmar Ismail

by -124 views
Syukuran Gelar Pahlawan Nasional Bagi H. Usmar Ismail

Jakarta, Voivemagz.com- Meskipun sudah 50 tahun meninggal, dedikasi serta jasa-jasa H. Usmar Ismail (alm), terhadap perkembangan industri perfilman di Tanah Air sangatlah besar, dan masih terasa hinggaga sekarang.

Sejak 2016 lalu,nama-nama seperti Dr. Maman Wijaya, M.Pd,; H. Sonny Pudjisasono, SH, MBA.; Akhlis Suryapati Dahlan, SH; Wina Armada Sukardi, SH; dan Adisurya Abdy, M.Sc. telah mengusulkan agar H. Usmar Ismail mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional.

Perjuangan selama enam tahun itu akhirnya berbuah manis, pada Rabu (10/11), bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada H. Usmar Ismail.
Sehubungan dengan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tersebut, Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail pun mengadakan syukuran dengan mengundang tokoh tokoh perfilman.

Hadir dalam acara syukuran antara lain keluarga H. Usmar Ismail, Heidy Hermia dan Nureddin Ismail, Slamet Rahardjo, Rudi Sanyoto, Djonny Syafruddin serta Ody Mulya Hidayat.

Dalam sambutannya H. Sonny Pudjisasono, SH mengatakan, proses untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional bagi Usmar Ismail dilakukan sejak enam tahun lalu.

“Kita berproses selama 3 tahun dari 2016 hingga 2018, kita ajukan langsung, lengkap secara administrasi dan dinyatakan lolos pada saat itu. Namun Usmar Ismail belum bisa mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada 2018,” ungkap Sonny.

Sonny menambahkan, pengajuan terus berlanjut selama 3 tahun mulai 2019, yang puncaknya pada 2021 gelar itupun disematkan kepada Usmar Ismail oleh Presiden Joko Widodo.

“Alhamdulillah kita bersyukur bapak presiden berkenan untuk menetapkan H. Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional dan juga sebagai Bapak Perfilman Nasional,” imbuh Sonny.
Ucapan terima kasih juga disampaikan putra dan putri H. Usmar Ismail, Heidy Hermia dan Nureddin Ismail kepada semua pihak yang telah mendukung atas pencapaian besar ini.

Heidy mengatakan anugerah ini merupakan puncak dari penghargaan Negara kepada warganya yang berjuang bukan dengan fisiknya.

“Kali ini anugerah Pahlawa Nasional diberikan kepada seorang tokoh yang berjuang tidak dengan mengangkat senjata namun dengan karya-karya intelektualnya yang sarat dengan nilai-nilai perjuangan dan mempertahankan perjuangan di awal kemerdekaan,” kata Heidy.
Pada kesempatan itu juga, Gubernur DKI Jakarta, H. Anies Rasyid Baswedan, SE, MPP, Ph.D yang diwakili Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Premi Lasari, AP., M.Si memberikan Piagam kepada 8 orang Tim Penelitian dan Pengkajian Gelar Daerah (TP2GD).

Mereka adalah DR. Abdurakhman, M Hum; DR Nurzengky Ibrahim, MM; Kol. DR. Kusuma, M.Si; Prof. DR. Diana Nomida, MPP; DR. Imas Emalia, M.Hum; Drs. Ahmad Syaropi, M.Si; Wakhid Nur Effendi; dan DR. Mohammad Iskandar.

Dalam kesempatan yang sama, Irish Riswoyo selaku ketua Seksi Film dan Musik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Jaya), yang juga berkantor di Gedung Pusat Perfilman H.Usmat Ismail mengaku merasa bangga dengan pencapaian para inisiator sehingga H. Usmar Ismail bisa menadapatkan gelar Pahlawan nasional.

Ketika diwawancarai oleh teman teman wartawan ia menjelaskan; “ Tentu kami merasa bangga, ada seorang tokoh perfilman yang sekaligus juga seoarang wartawan mendapat gelar Pahlawan nasional. Kiprahnya di dunia jurnalistik tercatat pernah menjadi pendiri dan redaktur Harian Patriot, redaktur majalah bulanan Arena, Yogyakarta (1948), “Gelanggang”, Jakarta (1966-1967). Selain itu Beliau  juga pernah menjadi ketua Persatuan Wartawan Indonesia (1946-1947),” jelas Irish./ Mik

No More Posts Available.

No more pages to load.