12 Wanita Indonesia Jadi Women of The Year 2021, Carys Mihardja Salah Satunya

by -132 views

JAKARTA, VoiceMagz – Indonesia tak pernah kekurangan talent berprestasi. Seperti dua belas wanita ini, mereka terpilih sebagai Women of The Year 2021.

Anugerah ini diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk penghargaan kepada para wanita yang kerja dan karya mereka memberikan dampak baik bagi masyarakat.

Dengan tajuk ‘Women Of The Year (WOTY) 2021’ yang dilangsungkan secara online di tengah pandemi Covid-19, acara yang diselenggarakan setiap tahun ini adalah bentuk penghargaan kepada para wanita yang bekerja dan karya mereka memberikan dampak baik bagi masyarakat.

Tahun ini, gelaran ini telah mencapai yang ke-15 dan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Program Women Of The Year 2021 digelar secara rutin setiap tahun oleh Her World Indonesia, Her World Regional, oleh Her World Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam

Hasil kurasi Her World Indonesia berhasil memilih berbagai sosok dengan latar belakang yang berbeda, yang tidak berhenti berkarya selama pandemi Covid-19.

Dua belas wanita hebat yang terpilih sebagai Women Of The Year 2021 adalah:

1. Nanda Mei Sholihah (Atlet Paralimpik Cabang Atletik)

2. Suci Apriani (Ketua KPAD Kediri, Lombok Barat)

3. Nadhira Afifa (Dokter, Penulis Buku, dan Commencement Student Speaker)

4. Maudy Ayunda (Penyanyi & Aktor)

5. Tiza Mafira (Ahli Hukum dan Kebijakan Lingkungan)

6. Janna Soekasah Joesoef dan Amanda Gratiana Soekasah (Director Ghea Resort & Co. Founder Bracelet of Hope)

7. Shinta Nurfauzia (CEO dan Co-Founder Lemonilo)

8. Marissa Anita (Lead Editor Greatmind.id, Aktris, Presenter)

9. Carys Mihardja (Founder Carys Care)

10. Greysia Polii dan Apriyani Rahayu (Atlet Badminton Ganda Putri Indonesia).

“Mereka telah membuktikan bahwa tidak ada hasil yang mengkhianati kerja keras. Determinasi dan kegigihan mereka untuk mencapai tujuan mulia patut menjadi inspirasi untuk kita semua,” ujar Shantica Warman, Editor in Chief Her World Indonesia.

Penyelenggaraan Woman Of The Year oleh Her World Indonesia tahun ini, untuk pertama kalinya dapat dinikmati secara luas oleh publik melalui YouTube premiere. Malam penobatan dapat diakses di akun YouTube Her World Indonesia secara gratis pada Sabtu, 30 Oktober 2021 lalu.

Ajang ini juga turut didukung oleh sejumlah pihak yang menjadi pendukung utama, Bank UOB Indonesia dan Sulwhasoo Indonesia.

“Sosok Women of The Year mencerminkan karakter UOB Lady’s Card yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup wanita mandiri. Tahun ini merupakan tahun kelima UOB Indonesia menjadi mitra dalam ajang bergengsi ini dan kedepannya kami akan terus mendukung ajang yang serupa. Kami berharap para Women of the Year terpilih bisa terus menginspirasi lebih banyak lagi wanita di seluruh Indonesia,” Dewi Tuegeh, Cards and Payment Head, UOB Indonesia

“Kami sangat senang bahwa selama hampir delapan tahun Sulwhasoo telah berjalan bersama dengan Her World dalam kegiatan Women of the Year. Acara ini merupakan ajang apresiasi kepada para perempuan Indonesia berprestasi yang seiring dengan berjalannya waktu semakin dikenal luas oleh masyarakat. Kami berharap kedepannya akan semakin banyak prestasi perempuan Indonesia di luar sana,” imbuh Lilies Wahjuningsih, Sr. Brand General Manager Sulwhasoo Indonesia.

Sebelum malam penghargaan digelar, penyelenggaran WOTY 2021 sudah berlangsung beberapa minggu sebelumnya, dengan menyelenggarakan webinar series.

Menghadirkan narasumber kompeten yang merupakan penerima penghargaan Women Of The Year di tahun-tahun sebelumnya, dua kali webinar selalu dipenuhi peserta.

Sosok-sosok yang masuk dalam daftar penerima penghargaan Woman Of the Year 2021 tidak membiarkan pandemi Covid-19 membatasi ruang gerak mereka dalam berkarya dan bersuara.

Seperti Suci Apriani, Ketua KPAD Kediri, Lombok Barat, hadir untuk menolong anak-anak keluar dari praktik perkawinan usia anak yang sudah terlanjur mengakar di daerahnya. Segala jenis ancaman pun pernah ia terima, mulai dari disumpahi takkan menikah sampai usia berapapun, hingga ancaman fisik seperti tangannya akan dipotong dan dibegal jika bersikeras menggagalkan perkawinan anak yang nyaris terjadi.

Berikutnya ada sosok paling muda, Carys Mihardja, dalam usia begitu muda, 16 tahun, ia tersentuh melihat anak-anak dengan down syndrome yang selalu memperlihatkan wajah gembira dan tulus. Kala itu, Carys yang baru saja memasuki masa remaja, datang ke pawai yang diadakan oleh POTADS (Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome) dalam rangka memeringati Hari Down Syndrome Dunia.

Carys Care dibentuk pada 2018 sebagai platform yang bertujuan menggalang awareness terhadap para penyandang down syndrome.

“Mereka punya bakat terpendam, walaupun kemampuan yang dimiliki tidak sama dengan kita. Lebih tepat jika kita menyebut mereka itu memiliki different ability bukan disability,” ungkap siswa Sekolah Pelita Harapan Lippo Village ini.

Carys menemukan tak sedikit dari teman down syndrome yang memiliki talenta, seperti menari atau melukis. Beberapa hasil lukisan mereka diproduksi oleh rekanan Carys Care menjadi sebuah tas, t-shirt, tumbler, scarf, pouch dan lain-lain. Merchandise ini dijual dan seluruh keuntungannya digunakan untuk memberi dukungan finansial pada keluarga dengan anak down syndrome bekerjasama dengan POTADS.

Sosok inspiratif lain pun terlihat dari Nadhira Afifa. Meringankan beban orang lain atau memberi manfaat sebesar-besarnya bagi banyak orang adalah hal yang membuat Nadhira merasa bahagia.

Perasaan inilah yang kemudian mendorong perempuan 25 tahun ini untuk mengemban tanggung jawab sebagai dokter. Nama Nadhira Afifa menggema di penjuru Tanah Air ketika ia mendapat kesempatan untuk menjadi commencement student speaker pada wisuda daring Harvard University pada 2020 lalu, tepatnya saat ia resmi menyelesaikan studi pascasarjananya dengan mengambil jurusan Public Health.

Ketika menempuh studinya di Harvard, Nadhira memfokuskan diri untuk memahami lebih dalam tentang nutrisi. Bersama dengan rekan-rekan mahasiswanya juga, ia pun bertolak ke Tanzania, Afrika Timur untuk mengambil bagian dalam penanganan masalah gizi buruk di kalangan remaja usia sekolah. Selain mereka bertiga, ada tujuh sosok lain, termasuk Maudy Ayunda dan Marissa Anita.

Woman Of The Year akan terus mengamati gerak dinamis wanita Indonesia, yang berdampak besar bagi sekitarnya. Harapannya, acara ini bisa menjadi penyemangat wanita Indonesia untuk terus saling mendukung dan membangun negeri ini.

WOTY yang diadakan dari tahun ke tahun ini menjadi sebuah komunitas perempuan inspiratif yang dapat memberdayakan sesama, memperbaiki lingkungan dan menginspirasi lebih banyak lagi perempuan di seluruh Indonesia. NVR

No More Posts Available.

No more pages to load.