JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Meski telah tiada, perjuangan Glenn Fredly dalam memperkenalkan sekaligus memperjuangkan musik Indonesia Timur ke panggung nasional terus bergelora.
Warisan tersebut kini siap dihidupkan kembali lewat sebuah festival musik kolaboratif lintas generasi bertajuk “Glenn Fredly Kembali Ke Timur”.
Festival yang diinisiasi oleh Bumi Entertainment bersama MAS Live ini dijadwalkan berlangsung di Lapangan Hockey Plaza Festival, Jakarta Selatan, pada 1 Agustus mendatang.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 21 musisi lintas generasi dipastikan siap menghentak panggung dalam sebuah perayaan musik dan budaya satu hari penuh.
Istri mendiang Glenn Fredly, Mutia Ayu, mengatakan bahwa gelaran ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang pertunjukan musik biasa. Panggung ini menjadi sarana emosional untuk menghidupkan kembali cinta serta memori kolektif penikmat musik.
“Glenn Fredly Kembali Ke Timur bukan sekadar konser, tapi sebuah perayaan karya dan cinta yang Glenn tinggalkan untuk kita semua. Akan ada banyak momen yang mengingatkan kita pada lagu-lagu yang sudah menemani berbagai fase kehidupan,” kata Mutia Ayu dalam keterangannya.
Senada dengan itu, Conrad Good Vibration, salah satu musisi reggae yang turut ambil bagian dalam festival ini menegaskan nilai budaya yang diusung. Menurutnya, festival ini menjadi simbol persaudaraan yang kuat di antara para pelaku seni berdarah Timur.
“Karena ini bukan sekadar event musik, tapi ini perayaan cinta, nostalgia, persaudaraan, dan pesta budaya,” tegas Conrad.
Secara konsep, festival ini akan dibagi ke dalam tiga segmen utama yang bergulir sejak siang hingga malam hari. Sebagai pembuka, penonton akan diajak merasakan kehangatan tradisi Makan Patita, sebuah budaya makan bersama khas masyarakat Maluku yang melambangkan rasa syukur, kebersamaan, dan persaudaraan tanpa sekat.
Sembari menikmati hidangan, pengunjung akan ditemani oleh penampilan nostalgia era 1980-an hingga 2000-an lewat kolaborasi karya musisi senior seperti Corr Tetelepta, Arles Tita, Jimmy Titarsole, dan Hany Pattikawa.
Memasuki sore hari, atmosfer festival akan bertransformasi menjadi pesta dansa menjelang matahari terbenam. Panggung akan diambil alih oleh Moluccan Soul berkolaborasi dengan disjoki (DJ) asal Belanda, Miguell Kaidel, serta Maria De Lima yang siap membawakan aransemen musik modern dari lagu-lagu populer Indonesia Timur.
Puncak keseruan akan berlanjut pada malam hari lewat penampilan Marion Jola, Wizz Baker, Silet Open Up, Toton Caribo, Fresly Nikijuluw, Mitha Talahatu, dan Doddie Latuharhary dengan iringan Dennis & Friends.
Sebagai penutup, penonton akan disuguhkan konsep pertunjukan mutakhir “Re/magine Glenn Fredly with The Bakuucakar”. Konsep ini memadukan suguhan visual futuristik dari mendiang Glenn Fredly yang akan tampil secara sinkron seolah-olah bernyanyi langsung bersama band pengiring setianya, The Bakuucakar, serta musisi kolaborator lainnya.
Bagi penikmat musik yang ingin hadir, pihak penyelenggara menyediakan tiga kategori tiket yang bisa diakses secara resmi melalui situs www.ibudibjo.com, hotline WhatsApp resmi, ataupun pembelian langsung di Kantor Ibu Dibjo yang berlokasi di Gedung Beverly Tower, Jakarta Selatan./Eds. Foto: Istimewa.






