JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Duet Posan Tobing dan Effendi Simbolon gagas ide ambisius, dengan menggelar konser musik di 165 kota.
Konser inidirancang memadukan napas tradisi dengan kemasan modern berskala nasional, dibawah bendera Anak Ni Raja Production, dimana Posan dipercaya sebagai promotor untuk mengawal maraton konser di lebih dari 160 kota.
Momen ini berkaitan dengan enjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-165 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), sebuah rangkaian tur musik bertajuk “Konser Road to 165” direncanakan untuk digelar di ratusan titik di seluruh Indonesia.
Ambisi besar ini bukan sekadar mengejar kuantitas panggung, melainkan upaya konkret dalam melestarikan sekaligus mengelevasi musik Batak ke level yang lebih bergengsi.
Hingga pertengahan Februari, euforia ini telah sukses menyapa Surabaya, Semarang, dan Bandung dengan antusiasme penonton yang luar biasa.
Effendi Simbolon menegaskan, gelaran ini merupakan gerakan kebudayaan yang bertujuan agar identitas musik Batak tidak luntur dimakan zaman. Menurutnya, warisan budaya harus tetap relevan bagi generasi muda.
“Kami ingin musik Batak tetap hidup dan dikenal lintas generasi. Road to Konser 165 adalah wujud komitmen kami untuk menjaga warisan budaya sekaligus mempersembahkan karya terbaik bagi masyarakat Indonesia,” kata Effendi dalam keterangan, Jumat, 20 Februari.
Senada dengan itu, Posan Tobing mengaku memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas pertunjukan di setiap kota. Ia ingin memastikan bahwa energi musik Batak dapat dirasakan secara universal oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terlepas dari latar belakang merek
“Kami berusaha menghadirkan konser dengan kualitas maksimal, agar setiap kota merasakan semangat dan energi yang sama,” ujar Posan. “Musik Batak punya kekuatan menyatukan, dan itulah yang ingin kami bawa ke panggung.”
Sejumlah musisi lintas generasi turut memperkuat jajaran penampil, mulai dari Marsada Band, Osen Hutasoit, Tongam Sirait, hingga Maria Calista dan Bastian Steel.
Setelah merampungkan jadwal di beberapa kota besar, Jakarta dijadwalkan menjadi titik krusial, sebelum nantinya rangkaian tur dilanjutkan kembali usai Lebaran 2026 hingga ke kancah internasional seperti Amerika Serikat dan Jerman.
Rangkaian panjang ini akan bermuara pada acara puncak yang direncanakan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Oktober 2026 mendatang.
Meski berkaitan dengan momentum hari jadi HKBP, Effendi menegaskan bahwa acara ini bersifat inklusif bagi siapa saja.
“Acara ini sekuler, terbuka untuk siapa saja. Tidak ada hubungannya dengan peribadatan,” tegasnya.
Bagi masyarakat yang ingin menjadi bagian dari sejarah ini, tiket dapat diakses secara resmi melalui laman tiketapasaja.com./Teg. Foto: Istimewa.






