JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Aruma merilis mini album terbarunya bertajuk Dan Ternyata Aku Cukup. Tidak hanya untuk memanjakan penggemar, karya ini ternyata bersifat personal karena setiap lagunya merepresentasikan fase dan berbagai perasaan berbeda yang ia alami beberapa tahun terakhir.
Dikerjakan dalam kurang lebih satu tahun, EP ini menyajikan total lima trek, yaitu “Pura-Pura Hidup Lagi,” “Jalan Buntu,” “Senyum Pada Sepi,” “Semoga Nanti,” dan “Bulan Separuh.” “Aku merasa EP ini bukan cuma kumpulan lagu, tapi seperti potongan-potongan buku harian yang akhirnya bisa aku bagikan ke orang lain,” cerita Aruma tentang karya barunya ini.
Deretan lagu di album ini rupanya tidak seluruhnya lahir dari pengalaman yang sama, tapi memiliki satu benang merah, yaitu proses belajar merasa cukup dengan diri sendiri.
“Ada beberapa cerita dan perasaan yang memang sudah lama aku simpan dan akhirnya menemukan bentuknya lewat lagu, tapi ada juga lagu yang lahir dari pengalaman yang relatif baru. Menariknya, ketika semua lagu dikumpulkan, aku baru sadar kalau ternyata semuanya sedang menceritakan perjalanan yang sama, jelas Aruma dalam siaran tertulis 3 September.
Terkait pemilihan judul EP, Aruma merasa frase Dan Ternyata Aku Cukup dapat merepresentasi apa yang ia rasakan setelah melalui berbagai pengalaman tersebut. Melalui EP ini, Aruma merasa bahwa dirinya belajar untuk tidak perlu terus-menerus membuktikan nilai dirinya kepada siapapun.
“Dulu aku sering merasa harus menjadi versi tertentu dari diriku supaya bisa dicintai, dipilih, atau dianggap cukup oleh orang lain. Tapi, kalimat “dan ternyata aku cukup” memberiku kesadaran lain, yaitu tidak menjadikan kekurangan sebagai alasan untuk terus meragukan diri sendiri.”
EP ini melanjutkan album mini sebelumnya, Bertumbuh. Bedanya di album baru ini Aruma merasa hadir dengan pendekatan yang lebih personal dan introspektif.
“Kalau dulu aku banyak bertanya, ‘Aku harus menjadi siapa?’ atau ‘Aku harus ke mana?’, sekarang aku mulai sampai di titik aku bisa bilang, ‘Mungkin aku tidak perlu menjadi siapa-siapa selain diriku sendiri.”.
Secara musikal pun, Aruma juga merasa lebih berani mengeksplorasi warna yang lebih intim dan dekat dengan cerita yang ingin ia sampaikan. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari fase baru yang ingin ditunjukkan melalui karya ini.
Berjarak dua tahun dari EP sebelumnya, dianggap Aruma sebagai perjalanannya dalam mencari pengalaman hidup. Ia merasa membutuhkan waktu untuk mengalami banyak hal sebelum bisa menceritakannya dengan jujur lewat musik karena ada cerita yang, menurutnya, jika ditulis terlalu cepat belum tentu bisa dipahami dengan baik.
“Jadi, jeda ini sebenarnya bukan karena aku berhenti berkarya, tapi karena aku sedang menjalani hidup dan mengumpulkan cerita. Dan ketika akhirnya aku merasa punya sesuatu yang ingin aku sampaikan, lagu-lagu ini datang dengan sendirinya. Kalau di tahun 2024, aku merilis EP dan album hanya selang beberapa bulan, kali ini, aku tidak memaksakan diri untuk mengulang pola yang sama. Aku lebih ingin menikmati setiap proses dan memastikan setiap karya yang keluar memang punya cerita dan alasan untuk hadir,” bebernya./Eds.








