Aubrey Situmorang Bassis Muda Indonesia Berprestasi Internasional

by -363 views

Jakarta, Voicemagz.com –  Talenta muda Aubey Situmorang memilih dunia musik sebagai jalur karirnya, sebab  baginya musik bukanlah hal baru.

Saat berusia empat tahun dirinya sudah belajar main piano. Lalu beranjak ke kelas tiga Sekolah Dasar (SD) ia juga mempelajari cara bermain biola. Wanita erempuan berdarah Batak yang lahir pada 18 Juni 1999 itu kemudian  mulai tertarik untuk bermain bass. Tepatnya saat ia baru duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Iapun lantas menceritakan  mengapa dirinya  memilih memainkan  instrumen bass?,

“Suara bass yang rendah dan ritemnya yang aktif sangat keren,” Ujar Aubrey. saat dihubungi melalui telepon, di Boston, AS, pada Senin (31/1) WIB.

Lebih lanjut Aubrey menambahkan, “Saya memilih electric bass sebagai instrumen utama saya, karena menurut saya peranan bass dalam musik itu sangat besar untuk mood lagu,” tambahnya.

Tidak tanggung-tanggung, pada September 2017 dirinya hijrah ke Amerika Serikat dan masuk ke Barklee Collage of Music, sebuah perguruan tinggi musik terbesar di dunia yang terletak di Boston.

Di kampus yang lulusannya banyak mendapatkan penghargaan musik dunia, seperti Grammy Award, Tony Awards, dan International award, Aubrey mengambil jurusan mayor Jazz Composition & Bass Performance. Ia pun belajar banyak tentang komposisi musik. Mulai dari string quartet sampai jazz big band, dan performance electric bass.

Aubrey mengaku bangga bisa belajar dengan banyak musisi ternama yang terasosiasi dengan Berklee seperti Victor Wooten, seorang pemain bass asal AS, komposer, dan produser yang pernah menerima penghargaan dari Grammy Awards, serta bassist terkenal AS lainnya, John Patitucci.

Tiga tahun mengenyam pendidikan musik akhirnya ia membuktikan jika dirinya serius menekuni musik dengan intrumen bass elektrik.

“Saya lulus dengan gelar Bachelor of Music (Summa Cum Laude) akhir Agustus 2021,” ujar perempuan berdarah Batak ini.

Setelah lulus, perempuan berkacamata minus itu memutuskan untuk pindah dari Boston, kota yang berada di ujung timur Amerika, ke Los Angeles di ujung barat Amerika, September 2021.

“The Life and Music of George Michael”

Bukan kebetulan kalau kemudian dia bisa berkolaborasi dan menjadi bagian dari tur bertemakan George Michael, seorang penyanyi, penulis lagu dan produser rekaman berkebangsaan Inggris. Nama George Michael sangat terkenal pada era 1980an sampai 1990an dengan gaya musik post-disco pop dansa.

Last Christmas” dan “Wake Me Up Before You Go-Go” adalah lagu-lagu yang dinyanyikan Michael dengan catatan penjualan terbaik. Penyanyi kelahiran Inggris tahun 1963 itu juga bernyanyi dengan genre blue-eyed soul, meskipun dirinya menguasai gaya pop dari musik soul.

Aubrey pun menceritakan pengalamannya ikut dalam tur “The Life and Music of George Michael”, penyanyi . Semua berawal ketika komunikasi dirinya dengan para pengajar dan alumni Barklee Collage of Music. Saat itu dirinya ditawari untuk ikut dalam tur yang mengelilingi Amerika dan Kanada dengan jumlah kurang lebih 25 show di tahun 2022.

Lokasi pertunjukan yang didatangi memiliki kapasitas 1000-2000 penonton. Bahkan beberapa lokasi pertujukan yang didatangi juga pernah menampilkan artis dunia seperti gitaris kenamaan Steve Vai. Kemudian Rapper Snoop Dogg, Dream Theater, B.B. King, dan banyak lagi.

Setelah resmi menjadi bagian dari “The Life and Music of George Michael”, dirinya makin mengenal kekayaan musik. Apalagi, menurut Aubrey, dalam tur ini dirinya bersama kelompok membawakan lagu yang dinyanyikannya sejak tahun 80an dengan grup Wham! hingga akhir kariernya di tahun 2012.

“Kami berharap di tahun 2023 bisa membawa tur ini ke Eropa dan keliling dunia,” tutur Aubrey.

Aubrey berharap dalam waktu dekat bisa menelurkan karyanya, yakni merilis album perdana di tahun 2022. “Untuk target jangka panjang, saya akan rilis album dan bermain show di sekitar Amerika,” katanya.

Tidak tanggung tanggung, Show ini akan dijalani dengan 2 grup bandnya, yaitu Rocket House yang di dalamnya ada Riccardo Gresino, Francesco Staccioli, & Shaddy Oppong, serta OVR Trio bersama Riccardo Gresino & Flo Mavridorakis./Mik

No More Posts Available.

No more pages to load.