JAKARTA, VOICEMAGZ.com – JUKE secara resmi mengawali langkah di industri musik dengan meluncurkan mini album (EP) perdana yang bertajuk Inikah Cinta.
Melalui karya teranyar, band yang telah merintis karier selama lebih dari satu dekade tersebut berupaya menghidupkan kembali kejayaan warna musik pop rock romantis khas era 2000-an yang sempat merajai pasar musik Indonesia.
Vokalis JUKE, Jue, mengungkapkan bahwa pemilihan konsep musik era 2000-an didasari oleh kecintaan yang sama dari seluruh anggota band terhadap formula musik pada masa tersebut.
Kolektif musik yang kini beranggotakan Jue, Wahyu, Adi, Rijal, Fatar, dan Yani ini menilai era tersebut merupakan masa keemasan bagi industri band nasional dengan lahirnya karya-karya yang abadi.
“Jadi sebenarnya kita lebih ke pop era 2000-an, karena menurut kami musik era itu sangat fenomenal, banyak band-band yang pada saat itu mengeluarkan album, dan juga mengeluarkan single, itu pasti hits,” kata Jue saat sesi jumpa pers perilisan EP perdana di Mangga Besar, Jakarta Barat, Rabu, 15 Juli.
Jue menambahkan, warna musik mereka banyak dipengaruhi oleh band-band besar yang merajai tangga lagu pada era tersebut, seperti Peterpan, d’Masiv, hingga Nidji. Namun demikian, JUKE tetap menyuntikkan identitas tersendiri agar karakter musik mereka tetap segar dan relevan bagi para pendengar generasi masa kini.
“Lagu yang kita hadirkan, rata-rata mengusung tema yang relate di kehidupan kita sehari-hari,” tambah sang vokalis.
Perjalanan JUKE menuju perilisan EP ini terbilang cukup panjang. Berawal dari sebuah proyek berdua di sebuah kontrakan di kawasan Pondok Gede pada 2011, format ini bertransformasi menjadi band utuh pada 2018.
Setelah sempat melewati fase pasang surut dan pergantian formasi, mereka akhirnya berhasil mengunci chemistry terbaik dan solid pada tahun 2025 lalu.
Setelah resmi merilis album mini perdana ini ke pasaran, JUKE langsung bersiap untuk menyapa para pendengarnya secara langsung lewat rangkaian pertunjukan.
“Setelah ini ya insya Allah kita akan melakukan tur. Kita coba buka Spotify kita, pendengar kita lebih banyak di Bandung sama di Surabaya. Mungkin nanti akan kita explore ke sana lebih dekat lagi,” pungkas Jue.
Adapun EP “Inikah Cinta” merangkum enam trek yang menonjolkan kekuatan lirik sederhana namun sarat akan emosi. Seluruh materi dalam album ini diangkat dari pengalaman pribadi sang vokalis yang kemudian dikembangkan bersama oleh seluruh personel band.
Pendekatan aransemen yang minimalis sengaja dipilih agar pesan dari setiap lagu dapat tersampaikan dengan baik dan membangun kedekatan emosional dengan pendengar.
Lagu yang berjudul serupa dengan albumnya, “Inikah Cinta”, menyoroti kisah romansa sederhana mengenai keberanian seorang pria dalam mengungkapkan perasaan kepada wanita yang ditemuinya di persimpangan jalan.
Sementara itu, lima trek lainnya seperti “Saat-Saat Bersamamu”, “Waktu Berlalu”, “Pergilah”, “Hijrah”, serta “Cerita Kita” turut melengkapi dinamika narasi seputar cinta, kehilangan, keluarga, dan harapan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat./Eds. Foto: Dok Voi.






