Band “RUSH” Masih Ada, Siap Gelar Tur Bersama Drummer Baru Anika Nilles

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com –  Band progressif rck legendaris asal Toronto, Kanada ini memang sudah lama tak terdengar kiprahnya di dunia musik. Apalagi sejak ditinggal oleh sang drummer Neil Peart yang meninggal pada 2020 lalu.

Namun kabar terbaru, band yang dimotori oleh Geddy Lee dan Alex Lifeson bersiap membawa band legendaris ini untuk comeback dengan menggelar tur konser bertajuk “Fifty Something” di Amerika Utara pada tahun 2026.

Sebelumnya, banyak pihak menduga reuni Rush di atas panggung takkan pernah terjadi lagi, mengingat ketiadaan sang drummer, Neil Peart, yang meninggal dunia akibat glioblastoma.

Namun Lee dan Lifeson telah memutuskan, posisi The Professor—julukan Neil Peart—di balik drum akan diisi oleh Anika Nilles, komposer dan produser asal Jerman yang sebelumnya pernah tur bersama Jeff Beck dan telah merilis empat album solo.

Anika Nilles Drummer asal Jerman Bergabung dengan RUSH

Di balik bergabungnya Niles, Lee mengakui bahwa keputusan untuk tur adalah keputusan yang sangat sulit, terutama karena kehilangan Peart yang menghancurkan.

“Itu adalah waktu yang sangat menyedihkan, dan butuh waktu bagi kami untuk sekadar mempertimbangkan,” kata Lee, dikutip Variety, Rabu 8 Oktober.

Ia juga menambahkan sebuah pertanyaan kunci yang menjadi inti persoalan: “Dan bagaimana Anda menggantikan seseorang yang tak tergantikan?”

Namun, baik Lifeson maupun Lee menyebut titik baliknya terjadi ketika mereka mulai jamming lagu-lagu Rush bersama secara pribadi dan santai.

“Kami tertawa terbahak-bahak, dan kami sangat menikmatinya, dan seolah-olah memainkan lagu-lagu itu menghilangkan awan gelap,” tutur Lee.

Dukungan penuh bahkan datang dari istri mendiang Peart, Carrie Nuttall-Peart, dan putrinya, Olivia, yang secara bersamaan menyatakan,

“Kami sangat gembira untuk mendukung tur ‘Fifty Something’, merayakan sebuah band yang musiknya telah beresonansi dan menginspirasi penggemar selama beberapa generasi.” katanya.

“Seiring band memasuki babak baru, ini menjanjikan sesuatu yang benar-benar tak terlupakan. Kami antusias melihat bagaimana visi baru mereka terungkap, dan mendengar musik legendaris ini dimainkan secara live sekali lagi.”

Adapun, kehadiran Anika Nilles dalam radar Rush berkat teknisi bass Lee, John “Skully” McIntosh, yang saat itu sedang tur dengan Jeff Beck dan memuji sang drumer. Merasa tertarik, Lee dan Lifeson diam-diam membawa Anika ke Kanada. Lee menyebut pertemuan itu bukan sebagai audisi, melainkan sebagai eksperimen.

Mereka bertiga bermain bersama dan langsung merasa ‘klik’. Lee mencatat bahwa itu bukanlah hal yang mudah, karena masuk dan berharmoni dengan Rush melibatkan perhitungan rumit antara teknik, feel, dan kemampuan mengomunikasikan nuansa musik yang unik.

“Tidak peduli siapapun drumernya, mereka semua punya persepsi sendiri tentang bagaimana rasanya memainkan lagu Rush, dan itu mungkin tidak sejalan dengan cara kami memainkan lagu Rush,” kata Lee. “Jadi, siapapun yang akan kami pilih akan sulit, dan akan ada penerjemahan. tutupnya.”/Ib.

No More Posts Available.

No more pages to load.