JAKARTA,VOICEMAGZ.com – Laufey akhirnya mengungkapkan ada satu hal yang masih membuatnya merasa tak nyaman di atas panggung meski telah tampil di berbagai belahan dunia, yaitu menatap langsung mata penonton.
Musisi berdarah Islandia-Tiongkok itu menjelaskan, kecemasan tersebut berakar dari masa lalu saat ia masih menjalani pelatihan musik klasik.
“Saya tumbuh dengan bermain cello dan saya sering memilih satu orang di antara penonton lalu secara tidak sengaja menatap mata mereka,” ungkap Laufey dalam wawancara terbaru dengan The Hit Network’s Hot Hits bersama Nic & Loren.
Ia kemudian mengingat teguran dari seorang guru setelah sebuah resital, “Kamu tidak boleh menatap orang secara langsung saat kamu sedang bermain, itu menyeramkan.”
Teguran tersebut rupanya membekas dalam ingatan solois jazz itu. “Jadi, sekarang saya sangat takut membuat orang-orang merasa tidak nyaman. Saya selalu memikirkannya,” tambahnya.
Namun, Laufey membuat satu pengecualian khusus untuk lagu penutup konsernya, “Letter to My 13 Year Old Self”. Ia mengaku secara sengaja mencari penggemar muda di antara kerumunan saat membawakan lagu tersebut.
“Itu adalah surat untuk diri saya yang lebih muda, jadi saya suka mencari gadis-gadis muda di antara penonton dan menatap mata mereka,” tuturnya.
Ironisnya, interaksi ini seringkali memicu emosi yang dalam. “Tapi terkadang mereka menangis dan itu membuat saya ikut menangis. Jadi itu alasan lain mengapa saya tidak bisa menatap terlalu lekat,” kata musisi 27 tahun itu.
Menariknya, Laufey merasa bahwa tampil di arena berskala besar justru terasa lebih intim dibandingkan di teater yang lebih kecil.
“Di arena, saya dikelilingi dan merasa lebih dekat dengan para penggemar. Saya bisa berjalan di barikade dan merasa dekat,” ujarnya, menjelaskan bagaimana kontras antara besarnya ruangan dan tenangnya lagu-lagu yang ia bawakan justru meningkatkan keintiman konser.
Selain pengalaman di panggung, pelantun “Bewitched” itu juga berbagi cerita lucu tentang popularitasnya yang semakin meluas, termasuk dikenali sebagai karakter dalam gim Fortnite.
“Saya berada di sebuah restoran kemarin dan pramusajinya bertanya, ‘Apakah kamu yang ada di Fortnite?’” ceritanya sambil tertawa. “Kadang-kadang saya akan bertemu dengan ‘saya’ yang lain dan kami saling menembak.”./Eds.






