Belajar Arti Kesetiaan dan Kesederhanaan dari Dolly Parton

oleh
oleh

Oleh : Tantowi Yahya

Dunia berduka ketika terkhabar ikon musik, Dolly Parton berpulang 25 Agustus lalu dalam usia 80 tahun. Dolly bukan sekedar ratu musik country tapi ikon budaya Amerika, simbol kesetiaan dan kemanusiaan dan pekerja ulet.

Itulah yang membuatnya menjadi kekasih dunia, kepergiaannya ditangisi, Presiden Trump memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang selama satu bulan untuk menghormati jasa-jasanya.

Lahir sebagai anak ke empat dari 12 bersaudara dari keluarga sangat miskin dan ayah yang buta huruf. Masa kecilnya dihabiskan di gubuk satu kamar di Tennessee. Kemiskinan membuatnya menjadi anak yang kuat dan mempunyai tekad untuk keluar dari kebodohan dan ketertinggalan.

Dia menyumbang lebih dari 300 juta buku ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia agar anak-anak bisa membaca tidak seperti dirinya pada waktu kecil. Dia mendanai berbagai proyek sosial dan kemanusiaan di Amerika.

Meski kaya raya, Dolly memilih untuk tinggal di kampungnya di Tennessee agar orang kampungnya bangga bahwa dari desa kecil itu lahir tokoh dunia. Ia membangun bisnis, taman hiburan Dollywood agar orang-orang di kampungnya bisa bekerja, tidak meninggalkan kampung halaman, rame2 cari kerja di kota.

Lagu country itu bicara tiga hal; Story, Simplicity and Sincerity. Sebagai country girl, Dolly paham sekali filosopi itu. Dia menulis lebih dari 3000 lagu sederhana dan semuanya terdengar sangat personal karena bercerita tentang pengalaman hidupnya sendiri.

Lagu coat of many colors misalnya menceritakan pengalaman masa kecilnya yang harus memakai baju yang terbuat dari kumpulan perca (potongan2 kain) ke sekolah dan dia diejek teman-temannya. Namun Dolly memakainya dengan bangga karena baju “cantik” itu dibuat oleh ibunya dengan cinta.

Lagu I will always love you merupakan ungkapan terima kasihnya ke Port Wagoner, penyanyi country hebat yang menemukan bakat dan membesarkannya dan harus dia tinggalkan karena dia ingin mengejar mimpinya yang lebih besar. Kedua lagu ini menghasilkan jutaan dollar dari royalty yang membuatnya kaya raya.

Lewat karya2nya Dolly menghubungkan California dan New York yang dikenal sebagai sentra musik pop, rock dan R&B dengan Nashville yang merupakan “mekkah” nya musik country. Dia memperkenalkan musik country ke khalayak non country dengan mulus. Lagu I will always love you menjadi salah satu lagu dengan penjualan tertinggi sepanjang masa.

Ketika ditanya mengapa dia tidak tinggal di Hollywood dan hidup sebagai selebriti dunia tapi memilih kota kecil di Tennessee. Dolly bilang “di Hollywood saya hanya akan dikenal sebagai penyanyi, di kota kecilku saya dikenal sebagai Dolly Parton dan hidup saya berguna bagi banyak orang”.

Dolly Parton adalah satu artis yang sepi dari gosip. Perkawinannya dengan Carl Thomas Dean berusia 60 tahun ketika Carl meninggal tahun lalu. Carl adalah seorang pengusaha kecil di Tennessee yang jauh dari hiruk pikuk musik. Mereka punya kepribadian dan dunia yang berbeda. Barangkali itu yang membuat perkawinan mereka langgeng dan bahagia. Carl pernah berseloroh “perkawinan kami langgeng karena kami hidup di kamar yang berbeda”.

Tahun 1982 Barry Gibb menciptakan lagu yang akhirnya menjadi lagu crossover (country-pop) terbesar sepanjang masa, Islands in the stream. Awalnya lagu ini diciptakan untuk Marvin Gaye sebagai lagu R&B. Baru setelah dinyanyikan secara duet oleh Kenny Rogers dan Dolly Parton setahun kemudian, lagu ini meledak di seluruh dunia dan menjadi hit besar bagi keduanya.

Dolly Parton adalah simbol budaya Amerika yang menjadi pujaan dunia. Ucapannya “you dont know how much it cost me to look this cheap”, Kalian tidak tahu betapa mahalnya ongkos yang saya keluarkan untuk terlihat murah seperti ini akan selalu terngiang dan menjadi ungkapan tekad seorang gadis dusun yang berbuat total demi sebuah sukses yang nantinya akan dinikmati banyak orang.

Selamat jalan Dolly. Jangan lupa nyanyi Islands in the stream ketika bertemu Kenny di surga./Ty.

No More Posts Available.

No more pages to load.