Betrayer Pecahkan Panggung Underworld Intimate Reign II

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com —  Band Thrash Metal asal Jakarta Betrayer, tampil gemilang diacara Underworld Intimate Reign II yang digelar di Dungeon Pool Lounge Kemang, pada 24 Mei 2026lalu.

Sejak muncul pada awal dekade 1990-an, Betrayer menjelma menjadi salah satu pilar penting perkembangan musik keras tanah air melalui karya-karya seperti Grand Voice Society, Pasukan Berani Mati, hingga Hukuman Mati yang kemudian membentuk identitas thrash metal Indonesia lintas generasi.

Betrayer dikenal luas sebagai salah satu representasi paling kuat dari semangat underground: keras, independen, dan militan. Dalam perjalanan panjangnya, Betrayer mengalami berbagai perubahan formasi.

Baca Artikel Lainnya: Jelang Konser di Inggris, Metallica Ajak Fans Donor Darah

Era yang paling melekat di ingatan publik metal nasional hadir melalui sosok Iik Wardiandi (vokal/rhythm guitar), Garry Martinus (lead guitar), Doddy (bass), serta Akbar dan kemudian Endro di sektor drum.

Formasi ini yang memperkuat posisi mereka sebagai salah satu nama terbesar dalam sejarah thrash metal Indonesia.

Momentum bersejarah kembalina Betrayer dimulai lagi lewat gelaran Underworld Intimate Reign II ini. Publik akhirnya menyaksikan kembalinya dua figur penting Betrayer yaitu Iik Wardiandi (Iik Betrayer) dan Garry Martinus (Garry Betrayer) ke atas panggung setelah sekian lama menghilang dari hiruk pikuk pertunjukan underground.

Momen tersebut menjadi semakin emosional karena terjadi di tengah polemik internal yang sempat mengguncang komunitas metal Indonesia.

Sebulan sebelumnya, keputusan mendadak dari Hendra Maydodhi alias Doddy Betrayer untuk menghentikan perjalanan Betrayer sekaligus melarang nama tersebut kembali digunakan menjadi salah satu perbincangan terbesar di skena.

Situasi itu sekaligus memupus harapan banyak pihak setelah pada sekitar Desember 2025 muncul sinyal kebangkitan Betrayer di bawah komando Iik dan Garry.

Baca Artikel Lainnya: Ariana Grande Sapa Fansnya Lewat Lagu Baru “Hate That I Made You Love Me”

Melalui format Iik, Garry Betrayer With Killing Machine, dua nama besar tersebut membawa kembali energi, semangat, serta repertoar lagu-lagu Betrayer ke panggung underground — bukan sekadar nostalgia, tetapi bentuk kontinuitas sejarah yang mereka yakini harus tetap hidup.

“Kami tidak sedang mencoba mengulang masa lalu. Kami hanya ingin memastikan energi dan semangat yang pernah dibangun bersama Betrayer tetap hidup di skena. Selama masih ada yang ingin mendengar dan berdiri di depan panggung, kami akan terus bermain,” ujar Iik Wardiandi.

“Thrash metal selalu lebih besar dari sekadar nama band. Ini soal perjuangan, persaudaraan, dan perjalanan panjang. Kembali ke panggung adalah cara kami menjaga api itu tetap menyala,” tambah Garry Martinus.

Betrayer dan Para Fans

Atmosfer malam itu semakin terasa spesial karena Dungeon Pool Lounge Kemang berubah menjadi ruang nostalgia sekaligus selebrasi bagi para metalhead lintas generasi.

Baca Artikel Lainnya: Keluarga Bantah Barry Gibb The Bee Gees Meninggal

Venue dipenuhi para penggemar Betrayer yang datang untuk menjadi saksi salah satu momen comeback paling bersejarah dalam beberapa tahun terakhir di skena underground Indonesia.

Ledakan energi benar-benar mencapai puncaknya ketika lagu-lagu yang selama ini dianggap sebagai “lagu kebangsaan” para penggemar Betrayer mulai dimainkan. Saat intro “Mesin Pembunuh” menggema, crowd langsung bersatu dalam koor massal.

Intensitas meningkat lewat “Hukuman Mati”, sebelum akhirnya mencapai titik kulminasi ketika “Bendera Kuning” dimainkan  membuat Dungeon Pool Lounge Kemang seolah berubah menjadi ruang penuh moshing, sing along, dan luapan emosi kolektif dari para penggemar yang telah lama menantikan momen tersebut.

Underworld Intimate Reign II sendiri tidak hanya menjadi saksi comeback bersejarah itu, tetapi juga memperlihatkan regenerasi skena yang terus berjalan. TRAXION, unit modern thrash metal binaan Underworld Management, dipercaya membuka panggung untuk penampilan perdana Iik, Garry Betrayer With Killing Machine.

Baca Artikel Lainnya: Daftar Lengkap Pemenang American Music Awards (AMA) 2026

Deretan nama lain seperti Deadchromatix, Armia and The Shadows, Helena and The Blackstones, serta sederet band cadas lainnya turut melengkapi malam yang dipenuhi distorsi, nostalgia, dan solidaritas underground.

Founder Underworld Project sekaligus Underworld Management, Agung Nugie, menyebut bahwa momen ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kolektif yang mereka bangun.

“Underworld Intimate Reign II kami buat bukan sekadar acara musik. Kami ingin menghadirkan momen yang punya nilai sejarah bagi skena. Ketika Iik dan Garry kembali berdiri di panggung, kami tahu malam itu akan menjadi bagian dari perjalanan panjang musik underground Indonesia.”katanya.

Baca Artikel Lainnya: Ed Sheeran Hengkang dari Warner Music Usai 15 Bersama

Lebih dari sekadar pertunjukan musik, Underworld Intimate Reign II menjadi pengingat bahwa sejarah tidak pernah benar-benar selesai. Di Dungeon Pool Lounge Kemang, pada malam 24 Mei 2026, para penggemar tidak hanya menyaksikan sebuah penampilan  mereka menyaksikan bangkitnya kembali salah satu legenda terbesar thrash metal Indonesia./Ib.

No More Posts Available.

No more pages to load.