Di Tengah Pandemi Covid-19, Penyanyi Rara Sekar Larasati Kampanyekan Urban Farming

by -919 views

Bogor -VoiceMagz.com, Meskipun  pandemi Covid-19 masih merebak, namun  tak membuat eks vokalis Banda Neira, Rara Sekar, menjadi bermalas-malasan. Bersama dengan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan Tani Centre IPB University, Rara mengajak semua pihak untuk memanfaatkan lahan sempit di rumah untuk bercocok tanam.

Aktifitas yang dilakukan ini ia sebut  sebagai bentuk urban farming alias bercocok tanam di lingkungan rumah perkotaan.

“Urban farming bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan ketersediaan pangan di perkotaan,” kata pelantun lagu “Yang patah tumbuh, yang hilang berganti” itu dalam diskusi virtual bertajuk “Sistem dan Cadangan Pangan Komunitas di Tengah Pandemi” di Bogor, Jumat (17/4).

Selanjutnya Rara mengatakan bahwa dalam kondisi seperti sekarang perlu adanya sinergi antara komunitas, baik yang ada di desan dan , untuk menjaga kedaulatan pangan tetap terjamin.

“Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan ruang yang sempit di kota ini untuk budidaya tanaman, seperti sawi, cabai, bahkan kami juga menanam jagung lho,” katanya.

Dalam diskusi tersebut digagas juga gerakan Buy 1 Give 1. Gerakan yang dimotori oleh Tani Centre IPB University bekerjasama dengan KRKP hadir untuk membantu terpenuhinya pangan kelompok rentan, mengurangi resiko kerawanan dan kelaparan serta menjadi solusi bagi petani di desa untuk mendapatkan pasar dan kepastian harga serta serapan produk.

Dalam kesempatan yang sama, Dr Hermanu Triwidodo, ketua Tani Centre IPB University menjelaskan aksi ini dilakukan untuk menjembatani kelompok mampu di perkotaan dengan petani produsen pangan dan kelompok kelas bawah kota.

”Nantinya kelompok mampu membantu kelompok bawah dengan membeli pangan untuk keluarganya dan keluarga kelompok rentan. Aksi ini disebut sebagai sabilulungan: gotong royong sambung keperluan,” katanya.

Sementara itu Said Abdullah, koordinator nasional KRKP, menambahkan untuk menguatkan dengung gerakan ini dijalin sinergi dengan berbagai pihak. Mulai dari politisi, media hingga musisi.

 

“Keterlibatan para pihak ini kami harapkan akan mampu memberikan dukungan yang lebih besar lagi,” ujar pria yang akrab disapa Ayib ini.

Untuk bisa terlibat dalam aksi ini, para donatur dapat melakukan donasi dengan cara membeli produk petani berupa beras dengan harga Rp 12 ribu per kilogram. Minimal pembelian sebanyak 5 kg.

Dari setiap pembelian satu kilogram beras, kata Ayib, nantinya donator membayar dua kilogram beras. Satu kilogram yang dibayarkan akan diberikan kepada yang membutuhkan.

“Nantinya, beras yang dipesan akan diantar ke donator. Sementara beras yang dibayar donator akan diantar ke keluarga kelompok rentan,” tutup Ayib./Irish

No More Posts Available.

No more pages to load.