JAKARTA, VOICEMAGZ.com — Ed Sheeran akhirnya buka suara soal keluarnya Macklemore dari rangkaian tur konsernya di Amerika Serikat. Penyanyi asal Inggris itu menegaskan pencoretan rapper bernama asli Benjamin Haggerty tersebut bukan keputusan dirinya, melainkan pihak promotor dan venue yang terlibat dalam tur.
Klarifikasi itu disampaikan Sheeran melalui pernyataan panjang di Instagram setelah Macklemore tidak lagi masuk dalam daftar penampil untuk sisa tur Amerika Serikat. Kontroversi tersebut mencuat setelah Macklemore menyampaikan dukungan terhadap Palestina saat tampil dalam dua konser Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026.
Menurut Sheeran, persoalan tersebut sempat dibicarakan secara intensif sepanjang pekan. Ia mengaku berusaha mencari jalan tengah dengan pihak-pihak yang terlibat, tetapi keputusan akhirnya berada di tangan promotor, Messina Touring Group, setelah sejumlah venue menyatakan keberatan terhadap kehadiran Macklemore.
“Macklemore keluar dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur ini terikat dengan promotor, bukan dengan saya,” tulis Sheeran.
Sheeran mengatakan dirinya juga mempertimbangkan posisi para penonton yang telah membeli tiket serta kru dan musisi yang menggantungkan pekerjaan mereka pada keberlangsungan tur tersebut. Ia tidak ingin keputusan terkait satu penampil kemudian berdampak pada keseluruhan rangkaian konser.
panggung profesional sebagai ruang untuk menyampaikan sikap politik. Ia mengatakan konflik Israel-Palestina membuatnya prihatin dan terguncang, tetapi memilih menyimpan pandangan pribadinya di luar panggung.
“Saya tidak terlibat. Saya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik yang menghancurkan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak memilikinya, dan bukan berarti saya tidak peduli. Itu juga tidak berarti saya tidak mendukung aksi kemanusiaan melalui cara pribadi saya sendiri,” ungkapnya.
Menurut Sheeran, konsernya dihadiri orang dengan latar belakang yang beragam, termasuk anak-anak dan remaja. Karena itu, ia memilih menjadikan pertunjukannya sebagai ruang yang menurutnya aman dan tidak berfokus pada perdebatan politik.
Sheeran sekaligus menjelaskan bahwa Macklemore, seperti penampil pembuka lainnya, sebelumnya memiliki kebebasan untuk menentukan lagu dan materi yang dibawakannya dalam setiap pertunjukan. Persoalan muncul setelah materi yang disampaikan Macklemore di panggung memicu reaksi dari sejumlah kelompok dan pengelola venue.
Awal Kontroversi Macklemore di Konser Ed Sheeran
Macklemore menjadi sorotan ketika tampil pada konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September. Di hadapan penonton, ia menyerukan “Free Palestine” dan membawakan lagu Hind’s Hall yang didedikasikan untuk demonstran pro-Palestina di Columbia University. Penampilannya juga disertai tayangan visual mengenai kondisi di Gaza.
Aksi tersebut kemudian memunculkan respons yang beragam. Selain mendapat sorakan dari sebagian penonton, pernyataan Macklemore juga memicu kritik di media sosial dan desakan agar dirinya tidak lagi menjadi bagian dari tur. Israeli American Council diketahui menggalang petisi untuk menolak kehadirannya, sedangkan StopAntisemitism menuduhnya menyebarkan propaganda.
Pada penampilan berikutnya di lokasi yang sama, Macklemore juga menyampaikan pesan kepada penonton Yahudi.
“Kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan penolakan terhadap genosida sama sekali bukanlah kritik terhadap Anda,” ujarnya saat itu.
Tekanan kemudian berlanjut ke jadwal konser berikutnya. Messina Touring Group menyatakan kepada Rolling Stone bahwa pihaknya mendapat pemberitahuan dari sejumlah venue pada jadwal tur mendatang bahwa konser tidak akan diizinkan berlangsung apabila Macklemore tetap tercantum dalam susunan penampil. Promotor menyebut kondisi tersebut berisiko membuat tur dibatalkan dan berdampak kepada ratusan ribu penggemar.
Kondisi tersebut menjadi dasar keluarnya Macklemore dari sisa rangkaian tur Amerika Serikat. Dalam laporan AP, Sheeran mengatakan ia telah berbicara dengan sejumlah pihak untuk mencari solusi, tetapi keputusan venue dan promotor pada akhirnya tetap berlaku.
Macklemore Tetap Pertahankan Sikap
Macklemore kemudian memberikan tanggapannya melalui Instagram. Ia mengatakan memahami posisi sulit yang dihadapi Sheeran, tetapi tetap mengkritik pilihan Sheeran untuk tidak mengambil sikap secara terbuka mengenai konflik tersebut.
“Mengambil sikap bisa memberi Anda konsekuensi kehilangan uang, kesepakatan merek, sponsor, festival, hingga hubungan bisnis. Saya telah kehilangan semua hal itu. Namun tidak ada posisi netral antara penindas dan yang tertindas,” tulis Macklemore.
Macklemore juga menegaskan bahwa meskipun hanya tampil dalam dua pertunjukan bersama Sheeran, ia tetap merasa aksinya memiliki arti apabila perhatian publik kembali tertuju pada isu Palestina.
Perbedaan pandangan antara kedua musisi tersebut kini menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas mengenai batas antara pertunjukan musik, kebebasan berekspresi, dan keputusan bisnis dalam penyelenggaraan konser. Sementara itu, Sheeran mempertahankan pilihannya untuk tidak membawa sikap politik ke panggung profesional, sedangkan Macklemore tetap menyuarakan isu Palestina melalui penampilannya./Ib.







