JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Eko Patrio akhirnya angkat bicara mengenai kondisi pribadinya setelah rumahnya dijarah dan dirinya dinonaktifkan dari DPR RI. Eko mengaku telah memaafkan pihak-pihak yang terlibat, meskipun peristiwa tersebut meninggalkan luka.
“Ya pokoknya sekarang saya sudah bisa ambil hikmahnya saja gitu ya, yang saya sudah memaafkannya buat teman-teman semuanya, sekarang biarlah kepolisian memproses,” kata Eko Patrio di Polda Metro Jaya, Jumat (12/9).
Kini, fokus utama Eko bukan lagi pada polemik yang terjadi, melainkan kepada keluarganya. Ia ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama istri dan anak-anak, serta melakukan evaluasi diri atas apa yang telah terjadi.
“Saya yang penting bagaimana kami sekeluarga sekarang ke depannya akan mengevaluasi diri, ya. Terus kalau bicara masalah mau ngapain lagi, sekarang saya mau dekat sama keluarga saja dulu. Saya mau dekat sama anak dan istri, lebih banyak berdoa bersama-sama dengan keluarga,” ujarnya dengan nada tenang.
Saat disinggung soal masa depannya di dunia politik, Eko menyerahkan semuanya kepada partai. “Sudah saya serahkan kepada partai politik saja. Saya sudah nggak ngurusin yang lain. Yang penting sekarang adalah saya dekat sama keluarga saya saja, sudah. Saya lillahi ta’ala, saya serahkan semuanya, saya sebagai, baik anggota dewan atau sebagai apa, saya serahkan kepada ketum saya, Pak Zulkifli Hasan,” jelasnya.
Bagi Eko, hal yang terpenting saat ini adalah memperbaiki kondisi psikologis keluarganya, khususnya anak-anak dan istrinya yang ikut terdampak secara emosional. “Saya sekarang ingin lebih memperbaiki psikologis anak-anak saya, memperbaiki psikologis istri saya, itu yang lebih penting,” sambungnya.
Meski sempat kecewa dan merasa kehilangan, Eko memilih untuk ikhlas dan mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Ia berusaha menjadikan semua ini sebagai refleksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. “Ya, mudah-mudahan saya dikasih sehat, keluarga dikasih sehat, kasih selamat ya. Sudah saya maafin semuanya. Saya maafin semuanya, saya maafin,” pungkas Eko./Din.








