JAKARTA, VOICEMAGZ.com — Sebuah hajatan yang semestinya menjadi perayaan kebahagiaan justru berubah menjadi pintu masuk menuju teror dan kematian. Itulah misteri yang ditawarkan film horor Hajatan Setan, yang resmi merilis trailer dan poster terbaru menjelang penayangannya di bioskop Indonesia pada 3 Desember 2026.
Diproduksi MBK Productions dan Drias Film Production, film garapan Bambang Drias dan Eko Kristanto ini memadukan ritual misterius, kutukan keluarga, serta rahasia masa lalu yang mengikat kehidupan sejumlah tokohnya. Film tersebut juga direncanakan menjangkau penonton di sejumlah negara Asia Tenggara.
Dua kalimat yang mengiringi trailer terbarunya, “Satu Malam, Satu Hajatan” dan “Malam Hajatan, Malam Kematian”, menjadi gambaran ancaman yang membayangi sebuah kampung terpencil. Di balik ritual yang terus dipertahankan secara turun-temurun, tersimpan rahasia kelam yang perlahan menyeret sebuah keluarga ke dalam rangkaian peristiwa mengerikan.
Rahasia sang ibu menjadi awal teror
Cerita berpusat pada Dara, diperankan Alika Jantinia, yang berusaha memahami berbagai kejanggalan di lingkungan tempat tinggalnya. Penyelidikan itu membawanya pada rahasia sang ibu, Mbok Darmi (Karina Suwandi), serta hubungan rumit keluarganya dengan keluarga Santoso, yang diperankan Indra Birowo.
Trailer memperlihatkan potongan-potongan adegan yang mengisyaratkan keterkaitan kedua keluarga tersebut dengan peristiwa misterius di kampung itu. Namun, identitas, motif, dan peran mereka sesungguhnya masih menjadi teka-teki.
Semakin jauh Dara menelusuri masa lalu, semakin banyak pula pertanyaan yang muncul. Kesan awal terhadap orang-orang di sekelilingnya perlahan dipertanyakan, sementara rahasia yang selama ini tersembunyi mulai memperlihatkan dampaknya terhadap generasi berikutnya.
Sutradara Bambang Drias mengatakan, misteri film ini tidak hanya dibangun melalui ritual dan kehadiran makhluk gaib, tetapi juga lewat hubungan antartokoh serta keputusan yang mereka ambil pada masa lalu.
“Penonton diajak menyusun sendiri potongan-potongan informasi yang mereka temukan. Apa yang terlihat di permukaan belum tentu menjelaskan keseluruhan persoalan,” ujar Bambang.
Menurut dia, perjalanan Dara menjadi pintu masuk bagi penonton untuk mengikuti terbukanya rahasia secara bertahap sekaligus mempertanyakan kembali hal-hal yang sebelumnya dianggap benar.
Horor dibalut cinta yang tak sampai
Di tengah teror yang menyelimuti kampung, Hajatan Setan juga menghadirkan sisi emosional melalui hubungan Dara dengan Gaung (Ari Irham), kawan masa kecilnya.
Kedekatan keduanya menyimpan perasaan yang tidak sederhana. Ketika harapan untuk saling mendekat berhadapan dengan ancaman dan rahasia masa lalu, hubungan mereka ikut teruji.
Unsur cinta yang tak sampai itu memberikan dimensi tragis di tengah cerita horor. Ancaman yang dihadapi Dara dan Gaung bukan semata-mata menyangkut keselamatan jiwa, melainkan juga kemungkinan kehilangan hubungan yang berarti dalam hidup mereka.
Alika Jantinia mengatakan, Dara berada dalam situasi ketika banyak hal yang selama ini diyakininya ternyata tidak seperti yang dibayangkan.
“Semakin banyak yang ia ketahui, semakin rumit pula persoalan yang harus dihadapinya,” ujar Alika.
Selain mengungkap rahasia keluarga, trailer juga memberikan petunjuk mengenai asal-usul ritual dan kepercayaan yang bertahan di kampung tersebut. Adegan kilas balik mengisyaratkan terbentuknya sebuah kultus, sekaligus membuka pertanyaan tentang bagaimana keputusan masa lalu terus menghantui kehidupan generasi penerus.
Dibintangi sederet aktor
Selain Ari Irham, Alika Jantinia, Indra Birowo, dan Karina Suwandi, film ini turut dibintangi Gisellma Firmansyah, Luna Maya, Asri Welas, Bima Zeno, Sita Permata Sari, Tanta Ginting, Abigail Gabriela, Masayu Anastasia, dan Hassan Sule.
Skenario Hajatan Setan ditulis oleh Andhy Pulung, BW Purba Negara, dan Vidya T. Ariestya. Film ini diproduseri Rendy Gunawan, Drias, dan Marlia Nurdiyani, dengan Budi Yulianto sebagai produser eksekutif.
Tak hanya menyasar pasar domestik, film ini direncanakan tayang di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar.
Dengan mengangkat ritual, kepercayaan turun-temurun, serta konflik antargenerasi, Hajatan Setan menawarkan horor yang bertumpu pada perpaduan teror supranatural dan rahasia keluarga.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 Desember 2026. Informasi terbaru mengenai film dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @filmhajatanfilm, @multibuanakreasindo, dan @driasfilm_.
Sebab, dalam Hajatan Setan, sebuah perayaan tidak selalu berakhir dengan kebahagiaan. Bisa jadi, malam yang dinanti justru menjadi awal dari kutukan yang tak pernah benar-benar berakhir./Din.







