JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Tyo Nugros mengalami Insiden pencekalan, sehingga dirinya batal ikut manggung di Malaysia memicu tanda tanya dari pihak manajemen Dewa 19.
Pencekalan yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta itu, Tyo gagal berangkat ke Malaysia untuk memeriahkan konser Dewa 19 yang digelar di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, akhir pekan lalu.
Mengenai insiden tersebut, Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengaku sempat dihubungi langsung oleh pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani, yang mempertanyakan status pencegahan sang drumer.
Hendarsam mengaku langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan validasi data di lapangan guna menghindari kesalahan identitas.
“Jadi saya mengecek, karena khawatir ada kesamaan nama. Saya hubungi petugas Direktorat di Soekarno-Hatta, kemudian petugas Direktorat sudah mengonfirmasi dan mengecek bahwa memang benar,” ujar Hendarsam.
Berdasarkan hasil verifikasi sistem keimigrasian, nama Tyo Nugros secara valid tercantum dalam data pencekalan. Akibatnya, petugas bandara secara tegas menolak proses keberangkatan sang drumer meskipun seluruh berkas dan dokumen perjalanan administrasinya sudah lengkap.
Hendarsam membeberkan, status cekal tersebut dikeluarkan bukan atas inisiatif pihak imigrasi, melainkan atas permohonan resmi dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Ia menyebut bahwa posisi institusinya hanya bertindak sebagai eksekutor kebijakan administratif dari lembaga negara lain yang berwenang.
“Terkait apa permasalahannya, ditanyakan ke KPKNL. Tapi, sepengetahuan kami, yang bersangkutan ada kaitan dengan salah satu perusahaan yang menjadi debitur KPKNL. Jadi, kurang lebih seperti itu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hendarsam memaparkan bahwa pemulihan status atau pencabutan cekal sepenuhnya menjadi otoritas lembaga pemohon. Pihak imigrasi tidak memiliki hak untuk menghapus nama seseorang dari daftar cekal tanpa adanya instruksi resmi lanjutan dari instansi terkait.
“Kami sebagai pelaksana teknis, setiap ada permohonan dari kementerian atau lembaga terkait yang mengajukan cekal, kami masukkan itu ke daftar cekal. Tapi, terkait dengan dicabut atau tidaknya, atau tetap dipertahankannya cekal tersebut, itu tergantung dari kementerian atau lembaga terkait,” ujar Hendarsam.
Adapun absennya Tyo Nugros memaksa Dewa 19 memutar otak dan melakukan perombakan formasi secara mendadak sesampainya di Kuala Lumpur.
Demi menyelamatkan pertunjukan, posisi drumer akhirnya diambil alih oleh putra sulung Ahmad Dhani, Al Ghazali.
Meski waktu persiapannya sangat singkat, penampilan Al Ghazali sukses mengguncang panggung. Konser Dewa 19 di Malaysia pun tetap berjalan lancar dan menuai apresiasi serta sambutan meriah dari ribuan Baladewa yang memadati arena./Ib.








