JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid terseret kasus dugaan penipuan agensi travel umrah Hanania Group. Keduanya resmi menjalani pemeriksaan di kantor polisi untuk mengklarifikasi keterlibatan mereka dengan biro perjalanan tersebut.
Kuasa hukum Thariq dan Aaliyah, Sangun Ragahdo, membeberkan secara rinci duduk perkara serta kronologi awal mula kerja sama yang berujung pada pemanggilan pihak kepolisian ini.
Sangun Ragahdo mengungkapkan bahwa hubungan antara kliennya dan Hanania Group murni hubungan profesional penawaran jasa periklanan (endorsement). Pihak travel diketahui sudah mencoba mendekati Thariq bahkan sebelum menikah.
“Pertamanya ini sebetulnya untuk approach, Hanania yang approach ke Thariq sebelum Thariq menikah. Pada November 2025 diapproach lagi, mereka meminta ajak kerja sama, kita tahu keduanya publik figur,” kata Sangun Ragahdo usai mendampingi pemeriksaan kliennya.
Kerja sama yang disepakati akhirnya menggunakan sistem barter. Thariq dan Aaliyah mempromosikan Hanania Group ke publik, dan sebagai timbal baliknya, pasangan ini diberangkatkan ibadah umrah gratis pada Desember 2025.
Sebelum menerima tawaran barter tersebut, Thariq Halilintar tidak asal terima. Ia sempat melakukan penelusuran mandiri mengenai rekam jejak biro perjalanan tersebut demi memastikan keamanan jemaah lain. Pada November 2025, Hanania Group terpantau aman, memiliki acara yang jelas, dan terbukti sukses memberangkatkan orang.
Namun, fakta baru terungkap bahwa Thariq tidak sepenuhnya berangkat gratisan. Di luar kontrak barter dirinya dan sang istri, Thariq ternyata ikut mengajak delapan orang jemaah lain yang biayanya ditanggung dari kantong pribadinya sendiri.
“Kita tetap bayar. Pembayarannya juga tidak sedikit, hampir Rp 170 juta sekian di luar biaya makan dan bayar mutawif,” tegas Sangun.
Setelah kewajiban promosi selesai dan mereka kembali ke tanah air, proses ibadah umrah Thariq dan rombongan awalnya berjalan tanpa kendala. Masalah baru muncul ke permukaan pada Maret 2026, di mana Hanania Group mulai dilaporkan atas dugaan penipuan jemaah.
Thariq dan Aaliyah menegaskan posisi mereka yang tidak tahu-menahu soal borok agensi tersebut di kemudian hari dan merasa ikut menjadi korban reputasi.
“Kami kaget dengan apa yang terjadi. Begitu dipanggil polisi kami siap membantu, semoga keterangan kami bisa membuat kasus ini jadi terang benderang,” ucap Thariq.
Aaliyah Massaid pun menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi mereka dalam menyaring kerja sama ke depan. “Semua jadi pembelajaran, kita sangat bersimpati dengan korban. Semoga masalahnya bisa selesai, semoga korban mendapatkan hak-haknya. Kami prihatin karena tentunya mereka sudah menabung lama untuk umrah,” tutup Aaliyah./Din.







