JAKARTA, VOICEMAGZ.com – kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Film Semua Akan Baik-Baik Saja yang digelar secara serentak di tujuh kota di Indonesia pada Minggu (7/6), diikuti sekitar 1.162 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas, komunitas kreatif, serta masyarakat umum.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN) bersama RANS dan berbagai mitra daerah, kegiatan berlangsung serentak di Jakarta, Cianjur, Padang, Pontianak, Baubau, Tanjungpinang, dan Malang.
Nobar ini menjadi salah satu gerakan kolaboratif untuk memperluas akses terhadap ruang budaya yang inklusif sekaligus memperkuat hubungan antara komunitas disabilitas dan ekosistem kreatif nasional.
Sebelum pemutaran film, seluruh peserta terhubung melalui sesi live greeting nasional dari Jakarta. Turut hadir menyapa peserta dari berbagai daerah, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, Sutradara Film Semua Akan Baik-Baik Saja, Baim Wong, serta Ketua Umum ICCN, Fiki Satari.
Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ruang seni, budaya, dan hiburan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, mengatakan bahwa film memiliki kekuatan untuk membangun empati sekaligus menjembatani berbagai kelompok masyarakat dalam ruang yang setara.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa ruang budaya harus menjadi ruang bersama. Ketika komunitas disabilitas dan komunitas kreatif berkumpul dalam satu pengalaman yang sama, lahir pemahaman, solidaritas, dan energi kolaborasi yang lebih kuat,” ujarnya, dilansir dari Tabloid Bintang, Senin (8/6).
Film Semua Akan Baik-Baik Saja dipilih karena membawa pesan tentang harapan, ketangguhan menghadapi tantangan hidup, serta pentingnya dukungan sosial dalam proses pemulihan dan pertumbuhan individu. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan semangat membangun masyarakat yang inklusif dan saling menguatkan.
Sutradara film, Baim Wong, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan nobar serentak yang melibatkan komunitas disabilitas di berbagai daerah.
“Film bukan hanya hiburan. Film adalah medium untuk menghadirkan percakapan, membangun empati, dan menghubungkan pengalaman manusia yang beragam. Saya berharap pesan dalam film ini dapat diterima dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Sementara itu, Raffi Ahmad menilai keterlibatan komunitas kreatif dan anak muda dalam kegiatan inklusif semacam ini penting untuk memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial.
Menurutnya, ruang-ruang kreatif harus terus didorong menjadi ruang yang terbuka, ramah, dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua warga untuk berpartisipasi. Selain menjadi kegiatan apresiasi film, nobar serentak ini juga diharapkan menjadi momentum penguatan jejaring komunitas di berbagai daerah serta mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif budaya yang berpihak pada aksesibilitas dan keberagaman.
Dengan melibatkan sekitar seribu peserta di tujuh kota, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara komunitas, pelaku industri kreatif, tokoh publik, dan masyarakat dapat menghadirkan gerakan sosial yang sederhana namun berdampak nyata.
Melalui film, para peserta diajak untuk melihat keberagaman sebagai kekuatan, memperkuat empati sebagai fondasi kehidupan bersama, serta membangun keyakinan bahwa setiap orang berhak memperoleh akses yang setara terhadap ruang budaya dan kreativitas./Ib. Foto: dok. Tabloid Bintang.






