PPFI Desak Pemerintah Terbitkan Protokol Kesehatan Untuk Sektor Perfilman

by -260 views

Jakarta, Voicemagz.com-Pengurus PPFI ( Persatuan Perusahaan Film Indonesia ) mendesak pemerintah c.q Kementerian Kesehatan segera menerbitkan protokol kesehatan khusus untuk industri perfilman.
Desakan itu disampaikan langsung Ketua Umum PPFI Deddy Mizwar Selasa (16/6) di Jakarta.

dalam acara konferensi pers daring, terkait telah berlangsungnya aktifitas syuting film dan
sinetron tanpa protokol kesehatan khusus untuk perfilman. Apalagi, syuting film dan sinetron
di Jakarta itu terjadi di masa masih perberlakuan PSBB transisi di Ibukota. Pemeran Nagabonar
itu mengkhawatirkan aktifitas syuting yang tidak mengikuti protokol kesehatan khusus dan di
masa PSBB akan menciptakan kluster baru penyebaran virus corona. Dari laporan yang
diterimanya suasana di beberapa lokasi aktifitas syuting seperti di masa normal.

“ Mengerikan. Ini jelas bisa mengorbankan insan film yang terlibat syuting dan secara umum
dunia perfilman Indonesia,” katanya. Mengenai syuting film dan sinetron yang dilakukan
beberapa produser film, Deddy mengaku PPFI tidak mempunyai kewenangan untuk melarang.
PPFI hanya bisa mengimbau dan mengingatkan insan film agar menaati protokol kesehatan.
Paling jauh, mengingatkan agar ada pihak yang bisa dimintai tanggung jawab kalau sampai
terjadi penularan akibat aktifitas itu. Yang punya kewenangan melarang pemerintah. Apalagi
di wilayah DKI ada Pergub yang mengatur sanksi bagi pelanggaran PSBB.

“ PPFI juga tidak bisa serta merta mengiyakan atau memberi dukungan kepada produser
anggota PPFI yang mendesak mau syuting. Wewenang itu PPFI tidak punya. Itu urusan
pemerintah juga, “ kata Deddy yang didampingi Zairin Zain, Manoj Punjabi, Wina Armada, dan
Adisurya Abdy ketika memberi keterangan pers.

Dalam kesempatan itu Sekjen PPFI Zairin Zain menambahkan mengenai perlunya protokol
kesehatan sektor perfilman yang diminta, pihaknya sudah berupaya berkomunikasi dengan
berbagai pihak berwenang, namun sejauh ini belum mendapatkan tanggapan.
Deddy Mizwar sepakat PSBB telah membuat dunia film Indonesia kolaps. Ribuan insan film
terdampak nafkahnya akibat covid itu. Dia juga setuju upaya untuk kembali membangkitkan
ekonomi perfilman. Namun, Deddy mengingatkan juga pentingnya memperhatikan
keselamatan jiwa insan film.

“ Tidak ada juga gunanya ekonomi film bangkit tapi tidak bisa dinikmati pekerjanya jika menjadi
terpapar virus corona,” terangnya. Kongkritnya Ketum PPFI mempersilahkan masyarakat
perfilman kembali beraktifitas, namun hendaknya itu sudah satu kesatuan dengan menaati
protokol kesehatan yang berlaku dan pada momen pemerintah sudah membolehkan
beraktifitas.

“ Jadi, ini dua hal yang menjadi concern PPFI. Pertama, protokol kesehatan. Hal kedua, momen
yang memang sudah dibolehkan oleh pemerintah untuk beraktifitas. Apakah itu syuting film
dan pemutaran film di bioskop, dan lain- lain“ ujarnya. Atas dasar itulah pemain dan sutradara
sinetron “ Para Pencari Tuhan” ini mendesak pemerintah segera turun tangan menangani
sektor perfilman ini. Sebelum jatuh banyak korban covid19.

“ Segerakan protokol kesehatan khusus untuk produksi dan pertunjukan film; dan berilah
petunjuk kapan waktu yang tepat aktifitas insan film dapat dimulai, “ desaknya.

Deddy memahami pandangan ahli epidemi bahwa di Indonesia penyebaran virus corona masih
sangat mengkhawatirkan. Selain curva yang belum turun, juga sikap acuh tak acuh masyarakat
terhadap pembatasan demi menghindari terjangkit virus ganas yang belum ada obatnya. Pada
saat bersamaan ia juga merasakan kegundahan masyarakat film yang bisa dikatakan sudah
tiga bulan tinggal di rumah.

Bagi sebagian kecil kalangan keadaan itu tidak membuat terlalu
sengsara, namun sebagian besar merasakan sudah menyengsarakan. Lepas dari Itu memang
harus ada inisiatif membangkitan ekonomi dunia perfilman karena bidang itu menjadi bagian
dari ekonomi nasional./Irish