JAKARTA, VOICEMAGZ.com – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) mengalokasikan dana terbesar hasil penawaran umum perdana saham (IPO) untuk memperkuat bisnis hiburan melalui penyelenggaraan konser.
Perseroan menyiapkan Rp 161,5 miliar atau 37,61% dari total dana IPO guna menggelar hingga 16 konser secara bertahap pada semester II 2026 hingga 2028.
Berdasarkan prospektus perseroan, konser tersebut direncanakan menghadirkan artis lokal maupun internasional dan dapat diselenggarakan di dalam maupun luar negeri. Program tersebut menjadi fokus utama pemanfaatan dana IPO RANS.
Direktur Utama RANS Nagita Slavina menegaskan seluruh rencana penggunaan dana akan dijalankan sesuai dengan prospektus yang telah disampaikan kepada publik.
“Sesuai prospektus, memang kita akan menjalankan beberapa konser di tahun ini dan tiga tahun ke depan. Jadi memang kita akan melakukan sesuai prospektus,” kata Nagita dilansir dari Antara, Jumat (10/7/2026).
Meski demikian, perseroan tetap membuka peluang untuk merealisasikan proyek di luar rencana awal apabila kondisi arus kas dan pertimbangan bisnis memungkinkan serta dinilai mampu meningkatkan nilai perusahaan bagi pemegang saham.
Nagita menjelaskan, RANS tidak sekadar ingin menghadirkan konser yang bersifat sesaat, melainkan membangun event yang dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Yang kita harapkan adalah membangun event yang bisa berkelanjutan. Seperti Coachella. Tetapi apa pun itu, memang kita ingin bikin sesuatu yang bisa berkelanjutan sehingga itu akan bisa memberikan nilai tambah terhadap perusahaan dan akan lebih sustainable ke depannya,” ujarnya.
Komisaris Utama RANS Darwin Cyril Noerhadi mengatakan pengalaman Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di industri hiburan menjadi modal penting dalam menentukan konsep konser, segmentasi pasar, hingga strategi penyelenggaraan di berbagai daerah.
Menurut dia, keberhasilan bisnis konser tidak hanya bergantung pada nama besar artis yang tampil, tetapi juga ditentukan kemampuan perusahaan mengelola keseluruhan proses penyelenggaraan. Karena itu, setiap pelaksanaan konser akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan media sosial dan respons masyarakat.
“Tiga tahun ke depan, dana yang akan digunakan itu adalah untuk berbagai pentas. Katakanlah kalau satu pentas itu memberikan profitability yang baik, bisa ada 15-16 pentas, itu juga akan memberikan profitability yang besar,” kata Cyril.
Selain untuk bisnis konser, RANS mengalokasikan sekitar Rp 85 miliar atau 19,80% dana IPO guna mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina) milik Andy Lesmana.
Direktur Trimegah Sekuritas Indonesia David Agus menegaskan transaksi tersebut tidak termasuk transaksi afiliasi karena saham yang akan diambil alih dimiliki pihak ketiga.
“Walaupun kelihatannya brand-nya milik Ibu Gigi (Nagita Slavina), transaksi yang dilakukan adalah dengan pihak ketiga. Jadi saham yang akan dibeli oleh RANS Tbk saat ini dimiliki oleh pihak ketiga dan ingin dibeli justru untuk dijadikan miliknya RANS,” kata David.
Prospektus perseroan juga menyebutkan Andy Lesmana bukan merupakan pihak terafiliasi dengan emiten maupun pemegang saham dan pengurus perseroan.
Selanjutnya, RANS mengalokasikan sekitar Rp 80 miliar atau 18,64% dana IPO untuk memperluas wahana bermain dan belajar Cipungland. Pengembangan dilakukan di sembilan kota, yakni Bogor, Karawang, Bandung, Cirebon, Depok, Tangerang, Tasikmalaya, Purwokerto, dan Bekasi.
Sisa dana sekitar Rp 35 miliar atau 8,15% akan digunakan untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi yang bergerak di bidang pengembangan teknologi berbasis artificial intelligence (AI). Berdasarkan prospektus, pembentukan perusahaan baru tersebut ditargetkan terlaksana pada semester II 2026./Ib.








