Ritchie Blackmore Bereuni Dengan Deep Purple, Akankah Terjadi?

by -4,360 views

Jakarta, Voicemagz.com-Dewa Gitar musik rock tahun 70an  dan salah satu pendiri Grup Deep Purple, Ritchie Blackmore, belum lama ini  sempat mengungkapkan keinginannya untuk bereuni dengan grup yang didirikan dan dibesarkannya tersebut.

Tentu saja pernyataan ini cukup mengejutkan publik, terutama para penggemar Ritchi Blackmore maupun Deep Purple. Dalam sebuah wawancara dengan Rock N Roll Reporter, Ritchie mengungkapkan kesediaannya untuk kembali berada  di atas panggung bersama Deep Purple. Ia sendiri berencana menjadwalkan sebuah konser demi berlangsungnya momen reuni  tersebut.

Apakah reuni ini akan bisa terlaksana?, Ritchie sendiri juga belum yakin. Pasalnya Deep Purple juga sudah punya kesibukan sendiri. Sementara Ritchie juga sedand sibuk dengan Bandnya yaitu Ritchie Blackmore’s Rainbow.

“Mereka punya kesibukan  sendiri dan mungkin belum tentu  mau melakukan hal ini. Kami semua berteman,  dan aku telah mengerjakan musikku sendiri selama dua puluh tahun, dan mereka juga mengerjakan hal yang sama selama dua puluh tahun,” tutur Ritchie.

Alasan Ritchi untuk bereuni  semata hanya ingin bernostagia dengan band lamanya tersebut. Namun ia sendiri sampai sekarang juga tak yakin akan direspon oleh Depp Purple, tentunya dengan berbagai alasan.

“Mungkin  hal tidak akan terjadi. Manajer mereka tidak akan menyetujuinya, meskipun hanya satu kali pertunjukan. Saya yakin manajer  mereka tidak akan membolehkan.” Lanjut Ritchie.

Dalam sebuah wawancara dengan The Rock Bride, Drummer Ian Paice sempat mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mempertimbangkan reuni kembali bersama Blackmore. Meskipun Ian mengaku masih berteman hingga saat ini.

Bahkan dengan reuni tersebut   tidak bisa menjamin hal tersebut akan menjadi sesuatu suguhan yang menarik. Bagi Ian, hidupnya saat ini, sedang berada di tahap terbaiknya dan tidak ingin memikirkan hal-hal semacam itu lagi.

“Kami memiliki perasaan yang menyenangkan di dalam band ini, semuanya bersahabat, dan yang perlu kami lakukan sekarang adalah pergi ke atas panggung dan membuat musik; tidak ada hal lain yang perlu dikhawatirkan,” tutur Ian dalam sesi wawancara itu. ” Saya pikir hidup Ritchie tidak berjalan seperti itu. Agak lebih rumit,” Tuturnya.

Ketenaran Deep Purple memang tak bisa terlepas andil dari Ritchie Blackmore. Bahkan Ritchie adalah orang di balik aransemen lagu “Smoke On The Water” yang sangat fenomenal hingga sakarang.

Riff-riff Ritchie memang sangat mengagumkan, tidak hanya pada lagu Smoke On The Water saja, banyak lagu lagu yang riff-riffnya menjadi salah satu riff terbaik dan dikenang sepanjang masa, diantaranya pada lagu ‘Burn’, Stormbringer, ‘Woman From Tokio’, Child In Time, ‘Perfect Stranger’ Speed King’Black Night’  dan lain-lain.

Tahun 2016 kemarin  Deep Purple dinobatkan dalam penghargaan bergengsi Rock And Roll Hall OF Fame. Namun Ritchie tidak hadir disana, meskipun begitu, nama Blackmore sempat disebutkan dalam pidato para personel Deep Purple ketika itu.

Drummer Metallica Lars Ulrich yang menobatkan Deep Purple dalam penghargaan bergengsi tersebut memuji dan menyebut “Ritchie fucking Blackmore” sebagai salah satu riff gitar yang tak terlupakan sepanjang masa dalam lagu “Smoke On The Water”.

Tak lama setelah itu Ritchie kemudian menulis dalam akun  Facebook miliknya yang berbunyi  “Saya memiliki alasan untuk tidak hadir dalam perayaan penobatan Rock And Roll Hall Of Fame, walaupun begitu saya mengapresiasi penghargaan tersebut.”

Gitaris kelahiran Weston Super Mare, Inggris 4 April 1945 tini   menyatakan  mundur dari Deep Purple  pada November 1993, disaat grupnya sedang melakukan tour show. Posisinya digantikan oleh Joe Satriani hingga jadwal tour shoe deep Purple itu rampung.

Saat ini Blackmore disibukkan dengan band yang ia bentuk pada 1975 silam yaitu Rainbow (Ritchie Blackmore’s Rainbow). Hampir semua personil Rainbow berbeda dengan saat didirikan pada tahun 1975 kecuali Blackmore sendiri. Saat ini Rainbow beranggotakan  David Keith pada drum, Bob Nouveau pada bass, Jens Johansson pada keyboard dan Ronnie Romero pada vokal utama. Blackmore menggambarkan gaya vokal penyanyi Chili tersebut sebagai “persilangan antara Ronnie James Dio dan Freddie Mercury.”

Pada bulan April  2018 mendatang, ia bersama bandnya akan menggelar tour di beberapa kota di Eropa. Diantaranya di St.Petersburg dan Moscow (Rusia), Helsinki (Finlandia), Berin Jerman, dan Prague (Republik Czech)./Irish. Foto Istimewa.

No More Posts Available.

No more pages to load.