Sastrawan dan Budayawan Radar Panca Dahana Meninggal Dunia Malam Ini

by -171 views
foto: Tokoh.id

Jakarta Voicemagz.com- Dunia sastra dan budaya Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Malam ini Kamis (22/04/21) pukul 20:00 WIB Radhar Panca Dahana meninggal dunia di RSUP. Cipto Mangun Kusumo Jakarta.

Kabar duka ini diperoleh Voicemagz.com dari Fajar Irawan  seorang wartawan yang menjadi sahabat beliau sejak lama.

“INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJIUN

Telah berpulang malam ini pk. 20.00 Radhar Panca Dahana,  di UGD RS Cipto Mangunkusumo.

Mohon maaf atas semua kesalahan dan dosanya. Mohon doa agar ia mendapat tempat yang terbaik di sisiNya. Aaminn YRA.” Bunyi kabar dari Fajar melalui pesan WA pada mala mini pukul 21.00 WIB.

Beberapa tahun belakangan Radar diketahui kesehatannya terganggu akibat mengidap gagal ginjal, sehingga harus rutin melakukan cuci darah.

Selanjutnya Jenazah  disemayamkan di rumah duka Vila pamulang Blok Cf 6. No 3, Pamulang, Tangerang Selatan.

Pria kelahiran Jakarta, 26 Maret 1965 ( umur 56 tahun) ini adalah sastrawan dan budayawan berkebangsaan Indonesia.

Namanya dikenal melalui karya-karyanya dalam bentuk esei sastra, cerita pendek, dan puisi yang dipublikasikan di sejumlah surat kabar Indonesia.

Selain itu, Radhar juga aktif menjadi pembicara dalam diskusi, seminar, maupun talkshow di televisi.

Ia menyelesaikan Program S1 Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (1993) dan studi Sosiologi di École des Hautes Études en Science Sociales, Paris, Prancis (2001).

Radhar merupakan pendiri dari Perhimpunan Pengarang Indonesia dan presiden Federasi Teater Indonesia yang masih menjabat sampai saat ini.

Tahun 2019, Radhar dipercaya oleh Komisi Pemilihan Umum untuk menjadi salah satu panel Debat Cawapres ke tiga, bersama Rektor Universitas Syiah Kuala, Samsul Riza, Rektor Universitas Hasanuddin, Dwia Aries Tina Pulubuhu, dan Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah.

Beberapa Karyanya diantaranya adalah:

Menjadi Manusia Indonesia (esai humaniora, 2002)

Lalu Aku (kumpulan sajak, 2003)

Jejak Posmodernisme (2004)

Cerita-cerita dari Negeri Asap (kumpulan cerpen, 2005)

Inikah Kita: Mozaik Manusia Indonesia (esai humaniora, 2006)

Dalam Sebotol Cokelat Cair (esai sastra, 2007)

Metamorfosa Kosong (kumpulan drama, 2007)

Manusia Istana (kumpulan puisi)

Lalu Waktu (kumpulan puisi).

Selamat jalan Radar, Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan YME. Keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan. Amiin./Irish