JAKARTA,VOICEMAGZ.com— Film drama remaja Nobody Loves Kay terus menuai respons positif sejak gala premiere hingga penayangan perdananya di bioskop.
Debut penyutradaraan Bernardus Raka ini berhasil menyentuh hati penonton lewat kisah Kay, seorang remaja yang berjuang mengejar mimpi menjadi atlet e-sports profesional meski kerap dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitarnya.
Tak hanya menyuguhkan cerita tentang dunia kompetitif gim, film ini juga menghadirkan kisah romansa yang hangat melalui karakter Amanda yang diperankan oleh Aurora Ribero. Karakter tersebut menjadi warna tersendiri dalam perjalanan hidup Kay yang diperankan oleh Bima Azriel.
Dalam film, Amanda digambarkan sebagai siswi berprestasi yang memiliki cita-cita menjadi dokter. Ambisinya di dunia akademis membuatnya terlihat bertolak belakang dengan Kay yang berjuang mewujudkan mimpi sebagai pro-player Mobile Legends.
Perbedaan latar belakang dan pilihan hidup keduanya justru melahirkan hubungan yang menarik. Di tengah tekanan dan ekspektasi lingkungan, Amanda dan Kay berusaha saling memahami serta mendukung mimpi masing-masing. Hubungan mereka menghadirkan potret romansa remaja yang tidak hanya manis, tetapi juga penuh dinamika dan proses pendewasaan.
Aurora mengaku sangat terhubung dengan pesan yang ingin disampaikan film tersebut. Menurutnya, Amanda dan Kay sebenarnya memiliki kesamaan, yakni sama-sama berjuang meraih tujuan besar yang mereka yakini.
“Walau punya mimpi yang berbeda dengan Kay, menjadi dokter, sebuah mimpi yang lebih mudah diterima dan diakui oleh banyak orang, Amanda sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Kay. Keduanya punya tujuan besar yang ingin mereka raih, bagaimanapun caranya,” ujar Aurora.
Peraih dua nominasi Piala Citra itu menilai karakter Amanda memberikan pelajaran penting tentang menghargai pilihan hidup orang lain. Ia menegaskan bahwa setiap orang berhak memperjuangkan impiannya tanpa harus dibandingkan dengan standar yang ditetapkan masyarakat.
“Aku rasa karakter ini memberi pelajaran penting ke kita semua kalau semua mimpi itu valid dan pantas diperjuangkan, bagaimanapun bentuknya. Tidak ada mimpi yang lebih tinggi atau lebih rendah,” kata Aurora.
Pesan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Nobody Loves Kay. Film ini tidak hanya berbicara tentang dunia e-sports, tetapi juga tentang persahabatan, cinta, keberanian menghadapi keraguan orang lain, serta perjuangan anak muda dalam menentukan masa depannya sendiri.
Bagi penonton yang sedang berjuang meraih cita-cita atau merindukan kisah romansa masa sekolah yang hangat, Nobody Loves Kay menawarkan pengalaman emosional yang relevan dan dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini./Din. Foto: Istimewa.






