JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Michael Jackson memang sudah tiada, namun ahli waris kembali menghadapi gugatan hukum. Tiga bersaudara dari keluarga Cascio mengalamatkan dugaan perdagangan anak dan pelecehan seksual terhadap penyanyi dengan julukan King of Pop itu.
Adapun gugatan terbaru kepafa Jackson telah didaftarkan di pengadilan federal Los Angeles pada Jumat, 27 Februari.
Penggugat menuduh pelantun “Thriller” itu merupakan pemangsa anak yang sistematis. Dalam dokumen hukum, dinyatakan bahwa Jackson menggunakan kekayaan dan status selebritasnya untuk menjerat mereka sejak usia dini.
Mereka mengklaim telah dicekoki obat-obatan terlarang, alkohol, hingga dipaksa mengonsumsi konten pornografi sebelum akhirnya menjadi korban kekerasan seksual selama lebih dari satu dekade.
“Michael Jackson adalah predator anak berantai yang selama lebih dari sepuluh tahun membius dan melakukan pelecehan seksual terhadap masing-masing penggugat, dimulai saat beberapa dari mereka masih berusia tujuh atau delapan tahun,” bunyi pernyataan dalam gugatan, dikutip Rolling Stone, Minggu, 1 Maret.
Keluarga Cascio yang dahulu melabeli diri mereka sebagai “keluarga kedua” Jackson, kini berbalik arah setelah bertahun-tahun membela sang bintang, termasuk saat Jackson dibebaskan dari tuduhan pelecehan anak pada persidangan tahun 2005 silam.
Mereka mengaku bahwa dokumenter Leaving Neverland (2019) menjadi pemicu utama bagi mereka untuk berani mengungkapkan pengalaman traumatis tersebut.
Menanggapi serangan hukum ini, pengacara pihak ahli waris Michael Jackson, Martin Singer, memberikan pembelaan keras. Ia menyebut gugatan ini tak lebih dari upaya pemerasan demi keuntungan finansial semata.
Singer menyoroti perubahan sikap keluarga Cascio yang mendadak setelah 25 tahun konsisten menyatakan Jackson tidak bersalah.
“Keluarga ini dengan gigih membela Michael Jackson selama lebih dari 25 tahun, memberikan kesaksian bahwa dia tidak bersalah atas perilaku yang tidak pantas,” ujar Singer.
“Pengajuan pengadilan baru ini adalah taktik mencari forum yang transparan dalam skema mereka untuk memperoleh ratusan juta dolar dari harta kekayaan dan perusahaan Michael,” tambahnya.
Adapun konflik hukum ini muncul di tengah persiapan peluncuran film biopik berjudul “Michael” yang disutradarai Antoine Fuqua.
Film yang dibintangi keponakan Jackson, Jaafar Jackson, sempat menuai kritik tajam karena dianggap terlalu memihak dan mengabaikan testimoni para korban.
Meski dijadwalkan rilis pada April mendatang, bayang-bayang kasus hukum terbaru dari keluarga Cascio ini diprediksi akan menjadi ganjalan serius bagi citra sang legenda di mata publik internasional./Ib. Foto: Istimewa.






