Audy Uwais Rilis OST “Nyanyian Timur”

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Musik dan sinema kembali bersatu dalam karya yang menggugah. Penyanyi dan aktris Audy Uwais resmi merilis lagu tema “Nyanyian Timur”, original soundtrack film Timur yang akan tayang pada 18 Desember 2025. Karya ini lahir dari perjalanan emosional yang sangat personal, karena Audy menyaksikan langsung proses syuting sang suami, Iko Uwais, sekaligus menghadirkan kolaborasi hangat bersama keluarga dan para pemain muda film tersebut.

Lagu “Nyanyian Timur” menjadi salah satu konten yang paling ditunggu penonton, terutama setelah music video (MV) resminya dirilis pada 14 November 2025 di Plaza Senayan, Jakarta. Peluncuran tersebut mempertegas posisi lagu ini sebagai jembatan emosional menuju tayangnya film Timur, sekaligus memperkuat gaung kolaborasi besar antara Uwais PicturesBNI, dan Allodya Music, label musik besutan Audy.

Terinspirasi langsung dari lokasi syuting Timur

Audy mengaku bahwa “Nyanyian Timur” lahir dari kedekatannya dengan proses produksi film tersebut. Ia menyaksikan kerja keras Iko Uwais, para aktor, hingga kru sejak hari pertama syuting

Aku melihat prosesnya dari awal, ngobrol sama pemain dan crew, merasakan banget vibes-nya. Dari situ aku bilang ke Iko: ‘Aku bikin lagunya, ya?’ Dan dia langsung bilang, yes, harus kamu yang bikin,” ujar Audy.

Bagi Audy, lagu ini bukan sekadar karya musik—melainkan catatan perasaan yang ia rekam sepanjang mendampingi suaminya dalam sebuah proyek besar yang sarat nilai kemanusiaan.

Kolaborasi keluarga: Iko, anak-anak, dan saudara

“Nyanyian Timur” menjadi istimewa karena tercipta lewat kolaborasi keluarga yang jarang terjadi di industri musik Tanah Air.
Dua putrinya, Atreya dan Aneska Uwais, ikut mengisi bagian choir, sementara sang adik, Yai Item, bertindak sebagai Music Arranger untuk versi filmnya.

Ini kebanggaan luar biasa. Bisa kolaborasi sama suami, lalu anak-anak, dan saudara sendiri. Lagu ini benar-benar jadi karya keluarga,” kata Audy.

Keterlibatan keluarga membuat lagu ini memancarkan kehangatan, sekaligus menjadi pesan cinta dari orang tua kepada generasi muda tentang pentingnya persaudaraan.

Pesan persaudaraan: hidup damai dalam perbedaan

Lewat liriknya, Audy menekankan nilai unity, menolak segala bentuk perpecahan, dan menegaskan bahwa manusia tetap saudara meski berasal dari suku dan budaya yang berbeda.

Kalau kita saling sayang, kita tinggal di bumi yang sama. Kita akan baik-baik saja kalau saling merangkul,” ungkap Audy.

Sebagai seorang ibu, ia menanamkan pesan itu untuk anak-anaknya—dan kini menjadikannya sebuah pesan universal untuk seluruh pendengar.

Diracik maestro Andi Rianto, diperindah choir anak-anak

Dalam hal musikalitas, Audy mempercayakan penyusunan musik kepada Andi Rianto, maestro orkestra yang telah mengenal karakter vokalnya sejak awal karier.

Aku langsung mikir, harus Mas Andi Rianto. Dia sudah tahu banget warna suaraku. Kita klop,” jelasnya.

Vokal Audy disatukan dengan choir anak-anak, termasuk dari para pemeran cilik film Timur seperti Petra, Ferdinand, dan Obi, untuk menghadirkan nuansa sinematik yang kuat dan menggugah.

MV megah dengan teknologi virtual production

MV “Nyanyian Timur” disutradarai oleh Yudha Mancha Prakasa dan diproduksi di Doss Guava XR Studio, salah satu studio virtual production terdepan di Indonesia.

Menggabungkan layar LED raksasa dengan set fisik, MV ini menciptakan visual yang megah dan imersif—perpaduan sempurna untuk musik emosional garapan Andi Rianto.

Hasilnya adalah MV yang lebih mirip pengalaman sinematik, menjadikan “Nyanyian Timur” bukan hanya lagu tema, tetapi karya audio-visual yang berdiri kuat sebagai entitas sendiri.

Jembatan menuju film Timur: aksi internasional dengan denyut kemanusiaan

Film Timur digambarkan sebagai karya laga berkelas internasional, namun di balik aksi tersebut tersimpan pesan kemanusiaan dan brotherhood yang kuat—hal yang menjadi napas utama dari lagu “Nyanyian Timur”.

Lagu ini menggambarkan semangat dari film Timur—semangat cinta, persaudaraan, dan kemanusiaan. Ini persembahan kami untuk semua orang Indonesia,” ujar Audy.

Lewat musiknya, pendengar diajak merasakan inti cerita film bahkan sebelum filmnya tayang di bioskop./Eds.

No More Posts Available.

No more pages to load.