Bernadya Luncurkan Album Baru Semoga Hanya Mimpi”

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Bernadya Ribka terus tunjukkan eksistensinya di jagad musik Indonesia dengan meluncurkan album “Semoga Hanya Mimpi”. Album ini menandakan era baru sang penyanyi muda yang tak lagi dominan hitam.

Jika di album pertama didominasi Rendy Pandugo dan Petra Sihombing selaku produser, project album kedua melibatkan lebih banyak nama. Bahkan di album ini juga untuk kali pertama Bernadya berkolaborasi dengan musisi lain, yakni Perunggu.

JUNI Records selaku label memang sengaja memplot eksplorasi Bernadya dengan nama-nama yang sudah teruji di kancah musik Tanah Air. Menurut Adryanto Pratono, CEO JUNI Records, mempertemukan sang talenta dengan orang-orang baru adalah salah satu hal paling menyenangkan.

Semoga Hanya di Mimpi dikonsep sebagai album yang bernuansa 2000an. Dari aspek visual seperti artwork, video musik hingga aransemen dan elemen bunyi yang dipilih, semua dikerjakan dengan mindset musik ala 2000 yang sederhana tapi lebih bermakna.

Kerja sama dengan para musisi sebagai produser lain untuk kali pertama seperti Enrico Octaviano, Vega Antares, hingga Baskara Putra jadi pengalaman menarik bagi Bernadya. Setiap musisi memberikan warnanya, yang kadang membawa Bernadya ke ruang-ruang sonik yang berbeda.

“Enaknya dia tahu apa yang dia mau, jadi selama proses kita saling memberi masukan. Jadi nggak cuma ngikut aja, yang membuat prosesnya seru,” kata Maul dari Perunggu yang berkolaborasi di trek Peluk Aku Sekarang!.

Lewat album ini Bernadya dan JUNI Records juga ingin menghadirkan pengalaman yang menyeluruh bagi penggemar. Salah satu caranya diwujudkan dengan Semoga Hanya di Mimpi Pop-up Zone yang berlangsung 27 dan 28 Juni 2026 di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.

“Aku pengen ngajak pendengar untuk masuk ke dunia mimpi aku, pengen mereka nggak cuma dengerin, tapi juga ikut merasakan album ini,” kata Bernadya.

Selain Hanya di Mimpi telah diperkenalkan terlebih dulu lewat single Kita Buat Menyenangkan dan Rabun Jauh.Namun delapan trek lain juga membawa coraknya tersendiri yang unik, eksploratif dan menunggu untuk ditemukan pendengar./Eds.

No More Posts Available.

No more pages to load.