Di Usia 72 Tahun, Johny Indo Tutup Usia

by -647 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Kabar duka datang lagi  dari dunia seni peran tanah air. Aktor senior Johny Indo yang tenar lewat film berjudul ‘Johny Indo’ ini meninggal dunia pagi tadi, Minggu (26/1) pukul 07.42 WIB.

Johny yang bernama asli Johanes Hubertus Eijkenboom dan sempat berganti nama menjadi Umar Billah setelah masuk Islam ini lahir pada 6 November 1948.

Johny awalnya dikenal sebagai perampok toko emas di Jakarta dan sekitarnya di era tahun 1970-an. Bersama kelompoknya Pachinko, kependekan dari Pasukan China Kota, ia melakukan aksinya siang hari.

Aksi paling terkenal Johnny dan Pachinko adalah merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat pada 1979.

Johny akhirnya berhasil ditangkap di Sukabumi setelah kelompok Pachinko lebih dulu ditangkap. Ia kemudian dijatuhi hukuman penjara 14 tahun dan dijebloskan ke penjara Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Namun baru tiga tahun menjalani hukuman, Johny dan gerombolan berjumlah 34 orang berusaha melarikan diri dari Nusa Kambangan, tetapi ia berhasil ditangkap setelah buron selama 12 hari.

Kisah pelarian Johny ini akhirnya diangkat dalam film layar lebar pada tahun 1987. Ia pun kemudian membintangi sejumlah film seperti
‘Badai Jalanan’ (1989), ‘Langkah-Langkah Pasti’ (1989), ‘Titisan Si Pitung’ (1989), ‘Laura Si Tarzan’ (1989), ‘Misteri Cinta’ (1989), ‘Susuk’ (1989), ‘Perangkap di Malam Gelap’ (1990), ‘Tembok Derita’ (1990), ‘Tongkat Sakti Puspanaga’ (1990), ‘Diskotik DJ’ (1990), ‘Ajian Ratu Laut Kidul’ (1991), ‘Misteri Ronggeng’ (1991), ‘Daerah Jagoan’ (1991).

Usai tak lagi bermain film, sisa hidupnya diisi dengan berdakwah pasca memeluk Islam. Johny pun mengganti namanya menjadi Umar Billah dan menjadi pribadi yang lembut dan santun.

Cucu Jhony, Santa menyebut, sang kakek meninggal saat berada di rumah di Tangerang. Saat itu, Johny sudah terlihat sulit bernapas. Pihak keluarga mengira Johny masuk angin.

“Tadi pagi pas mau dimandiin, di rumah, napasnya mulai engap-engapan. Dipikir masuk angin, jadi dipijitin,” kata Santa, Minggu (26/1).

Hingga akhirnya, Santa mendengar kabar bila sang kakek telah meninggal dunia.

“Harusnya hari ibadah di gereja kan. Karena kebetulan pagi kita dikabarin bahwa menghembuskan napas terakhir, otomatis kita nggak ibadah,” ucapnya.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Johny sempat menjalani operasi hernia. Sejak saat itu, kondisi kesehatan Johny mulai tidak stabil.

“Dia sakitnya cuma hernia sama jatuh. Habis operasi hernia itu kurang lebih sebulan. Karena anak-anaknya kerja, dia mungkin di rumah mau ambil apa-apa jatuh. Mulai dari situ nggak bisa bangun, sakit,” tutur Santa.

Johny diketahui sempat menjadi mualaf dan naik haji pada tahun 2002. Namun, di akhir hayatnya ia kembali pindah ke Kristen. Momen itu terjadi seminggu sebelum dia wafat.

Rencananya, pemakaman Johny akan dilakukan di TPU Selapajang Jaya, Tangerang, Senin (27/1) siang. Selamat jalan Om Johny, semoga diterima amal ibadahnya…. Amin. (NVR)